
SAMARINDA (Amanah Ummat.Com) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov Kaltim melalui Komisi Informasi, Komunikasi dan Digitalisasi (Infokomdi ) menggelar kegiatan Melalui Podcast, dengan menghadirkan Ketua komisi Pendidikan dan kaderisasi MUI kaltim Dr Bahrani ,M,Pd, di Ruangan Podcast MUI kaltim Jalan Harmonika No 1 Samarinda (Selasa 8 September 2026)
Bahrani yang dipandu (Host) dari anggota Infokom Di kaltim Adyan Rusady,SE menyambut baik komisi Infokom MUI kaltim yang telah menginisiasi mensosialisasikan program program MUI , termasuk komisi komisi melalui podcast, melalui Website, dan youtube.
“Saya sangat menyambut baik Komisi infokomdi MUI Kaltim yang memberi ruang, peluang bagi komisi komisi untuk membedah dan mensosialisasikan program program dan realisasi programnya melalui Podcast.Harapan saya teman teman komisi bisa memanfaatkan media MUI kaltim khususnya melalui Podcast agar semua program bisa dan sampai ke masyarakat ,bahkan yang paling bawah,” Kata Bahrani.
Bahrani , sebagai ketua Komisi Pendidikan dan kaderisasi ikut bertanggung jawab terhadap pembinaan umat ,baik melalui pelatihan pelatihan , seminar, talkshow hingga pengkaderan ulama. “kededepan Komisi pendidikan dan kaderisasi mempunya program utama dengan tema membangun generasi berakhlak, moderat yang berdaya dan memiliki teknologi. Penjabaran Penguatan Akhlak, dengan menjadikan pendidikan agama Islam sebagai garda terdepan pembentukan karakter moral generasi muda, menerapkan nilai-nilai Islam moderat dalam setiap sistem dan materi pembinaan umat, dan mencetak generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga siap berkontribusi nyata bagi bangsa, serta bisa mengintegrasikan teknologi modern,” harapnya.

Bahrani juga ingin membangun masyarakat yang berkualitas, yaitu masyarakat yang mencerminkan kekuatan iman, moral, sosial, dan intelektual mereka, juga melaksanakan kewajibannya sebagai orang islam dan beriman dengan mengerjakan salah, zakat, haji dan lain lain.
Bahrani prihatin, generasi kalangan Z masih perlu ditingkatkan karakternya. dengan pendidikan etika , sopan santun baik didunia nyata maupun dunia maya. Ia membandingkan kesopanan anak dan murid jaman sekarang dengan jaman dulu.
“kalua dulu murid dengan guru sangat sopan santun, kalau ketemu menunduk dengan hormat, jaman dulu murid mendatangi guru mengajak guru bersalaman, cium tangan, bedakan dengan sekarang murid kalua ketemu guru cuek, menjauh, ini sungguh sangat memprihatinkan,”jelasnya.
Ditanya program Komisi Pendidikan dan kaderisasi ,bahrani mengakui komisinya sudah Menyusun beberapa program ada 8 program yang sudah disusun, yaitu 1. Pelatihan IT Bagi Guru Agama di Kota Samarinda, 2. Menjalin silaturahmi dan kerjasama dengan Lembaga DP3A dalam menyelenggarakan evaluasi kualitas pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar, Menengah dan Madrasah di Kalimantan Timur
3.Gerakan MUI Goes To School ke Sekolah Dasar, Menengah dan Madrasah di Kaltim 4. Penyelenggaraan Pendidikan Usia Lanjut (PAUL) untuk memberikan perhatian, pengetahuan agama, kesehatan mental, kesejahteraan & ketahanan keluarga pada lansia 5. Talkshow Penguatan Pendidikan Moderasi Beragama da’i/da’iyah, 6. Menjalin kerjasama dengan MUI Kab/Kota dalam merealisasikan Program Pendidikan Kaderisasi Ulama dari daerah-daerah. 7. Memperkuat paradigma positif pesantren, santri dan kyai di Kalimantan Timur melalui Podcast MUI Kaltim dan RRI Pro Samarinda, 8 . Melakukan Bimtek beasiswa S1/S2/S3 ke PTKI bagi lulusan SMA/MA di Kaltim.
Sementara realisasi yang sudah digelar ,menurut dosen pascasarjana UINSI Samarinda ini , adalah pelatihan IT bagi guru agama yang digelar di IKIP PGRI, termasuk Pendidikan kader ulama yang sudah mencapai 8 angkatan, dan alumninya berjumlah ratusan dan saat ini menyebar ke berbagai daerah kaltim, sebagai khatip, pengajar hingga pendamping di masyarakat.(Roghib)
![]()