Perkuat Gerakan Kaltim Mengaji, BPIC Gelar Lokakarya Desain Program Pembinaan Al Qur’an

SAMARINDA,(muikaltim,or id) Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Kalimantan Timur resmi menggelar Lokakarya Desain Program Pembinaan dan Studi Al Qur’an guna memperkuat “Gerakan Kaltim Mengaji”. Kegiatan yang berlangsung pada 22-23 Agustus 2026 di Studio TV Dakwah Islamic Center ini bertujuan merumuskan arah kebijakan serta program nyata dalam mencetak generasi qurani di Bumi Etam. Melalui pendekatan yang interaktif, lokakarya ini dirancang untuk menghasilkan output konkret berupa desain kurikulum, perencanaan anggaran, hingga rekomendasi kebijakan strategis bagi pemerintah daerah.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang merepresentasikan berbagai elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam, pondok pesantren, pengurus masjid, hingga kalangan perguruan tinggi. Ketua Panitia, Drs. H. Fahmi Rasyad, melaporkan bahwa lokakarya ini merupakan rintisan gagasan untuk melahirkan program yang memiliki kebermanfaatan luas bagi masyarakat. Sepanjang dua hari pelaksanaan, para peserta terlibat aktif dalam sesi pemetaan kondisi, segmentasi sasaran pembinaan, hingga analisis kesenjangan program guna menciptakan sebuah cetak biru pembinaan Al Qur’an yang komprehensif dan berkelanjutan.

Ketua Umum Badan Pengelola Islamic Center Kaltim, Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, MM, dalam arahannya menekankan bahwa kejayaan sebuah masjid tidak hanya diukur dari kemegahan arsitekturnya yang memadukan kearifan lokal, melainkan dari fungsi inspiratifnya sebagai pusat ilmu dan pendidikan. Ia berharap Islamic Center mampu menjadi wadah yang ramah anak dan memanfaatkan media televisi dakwah untuk menjangkau umat secara lebih luas. “Gerakan Kaltim Mengaji adalah kegiatan yang insyaallah diridhai Allah SWT. Kita ingin masjid ini menjadi investasi akhirat sekaligus pusat peradaban yang fungsional, mencakup aspek pendidikan, ekonomi, hingga penguatan mental umat melalui Al Qur’an,” ujarnya sembari memberikan apresiasi atas dukungan 10.000 mushaf Al Qur’an dari Badan Wakaf Al Qur’an.

 

Selain Irianto Lambrie, sejumlah tokoh penting turut memberikan kontribusi pemikiran, di antaranya Ketua Umum MUI Kaltim KH. Muhammad Rasyid yang memaparkan arah kebijakan pembinaan, serta Dr. HM. Fatchul Hidayat yang membedah model pembinaan berbasis masjid. Seluruh rangkaian sesi, mulai dari perumusan arah kebijakan hingga analisis problem tree, diharapkan mampu menjawab tantangan pembinaan umat di masa depan. Melalui sinergi antara ulama, akademisi, dan praktisi ini, Gerakan Kaltim Mengaji diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan masyarakat Kalimantan Timur yang religius dan berakhlak mulia.

(SSS/KMF-SMR)

Loading

Solverwp- WordPress Theme and Plugin

Sosial Media MUI Kaltim