
Mushollah Raudhatul Jannah Air Putih Gelar Peringatan Maulid Nabi
SAMARINDA — (muikaltim,or id) Ratusan umat Muslim memadati Mushalla Raudhatul Jannah di Jalan P. Suryanata, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa malam (25/8/2026). Warga antusias menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang menghadirkan penceramah KH Junaidi Maksum, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Amin Harapan Baru, Loa Janan Ilir.
Rangkaian acara diawali dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh qori Ahmad Husaili. Ketua Panitia Pelaksana, Rusman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga sekitar Mushalla Raudhatul Jannah atas bantuan materi maupun tenaga yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami atas nama panitia dan pengurus Mushollah Raudhatul Jannah menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya sehingga bisa terlaksana acara maulid ini”, jelas Rusman yang juga ketua RT 31 Kelurahan Air Putih.
Dalam menyiapkan acara maulid para ibu-ibu jamaah Mushollah menyiapkan masalah khas maulid dengan menyediakan 1000 bungkus nasi dengan lauk daging, ada juga kue-kue. “Lebih khusus kita siapkan telur maulid dan jajan serta uang yang digantung saat di dalam dan luar mushollah. Jadi saat selesai sholawatan jamaah berebut berkah maulid,” terang Rusman.
Sementara itu dalam ceramahnya, KH Junaidi Maksum mengajak jamaah untuk memperbanyak shalawat, memahami sejarah hidup Rasulullah SAW, serta meneladani sifat mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya bagi para pemimpin untuk menerapkan teladan Rasulullah demi mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan umat.

Secara khusus, KH Junaidi memaparkan kisah keteladanan sahabat Nabi, Julaibib, sebagai pesan moral utama dalam hikmah maulid malam itu. Julaibib dikenal sebagai sosok sahabat yang sangat sederhana, tidak memiliki harta atau status sosial tinggi, namun memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Nabi Muhammad SAW karena keberanian dan keikhlasan hatinya.
“Derajat seseorang bukanlah diukur dari harta atau status sosialnya, melainkan dari ketulusan hati, pengorbanan, dan komitmennya untuk berjuang di jalan Allah,” tutur KH Junaidi di hadapan para jamaah.
KH Junaidi menceritakan bagaimana Rasulullah SAW pernah turun tangan langsung melamarkan seorang wanita Anshar berparas cantik untuk Julaibib, hingga keduanya menikah. Tak lama setelah pernikahan tersebut, Julaibib gugur sebagai syahid dalam pertempuran setelah berhasil menumbangkan tujuh musuh.
Duka mendalam dirasakan Rasulullah SAW yang merawat langsung jenazah Julaibib dan bersabda, “Julaibib adalah bagian dari aku dan aku adalah bagian dari Julaibib.” Melalui kisah tersebut, jamaah diajak untuk tidak terjebak dalam arus materialistis dan senantiasa mengedepankan keikhlasan serta ketulusan dalam beragama.(mn)
![]()