
Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Buya Amirsyah
JAKARTA (muikaltim,or id) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur berhasil mengukuhkan posisinya dalam jajaran elite organisasi dengan masuk ke dalam kategori Klaster A tingkat nasional. Capaian ini menempatkan MUI Kaltim setara dengan wilayah besar lainnya seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Jawa Barat berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) dua tahunan yang dilakukan oleh pimpinan pusat. Prestasi ini menjadi pijakan penting bagi MUI Kaltim saat bersiap menghadapi rangkaian Monev berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026 mendatang.
Dalam pertemuan koordinasi yang dihadiri oleh pengurus MUI dari seluruh Indonesia, dan dari MUI Kaltim, KH.Muhammad Haiban, H.Hasmidi Junaidi, Sumarsongko, Prof. Gina, Dr.Hj.Sagirah, Selamat Said Sanib, Wahid dan Fatimah, dipaparkan bahwa evaluasi kinerja periode mendatang akan dilakukan secara menyeluruh di setiap provinsi. Khusus untuk Kalimantan Timur, rombongan pimpinan pusat yang terdiri dari Dr. KH. Masyhuril Khamis, Hj. Trisna Ningsih Yuliati Djuwaeli, dan H. Darmawan dijadwalkan hadir melakukan monev langsung pada 16-17 September 2026. Agenda besar ini bertujuan untuk memotret kondisi riil organisasi melalui parameter yang lebih terukur, mulai dari aspek kelembagaan hingga kualitas pelayanan umat.
Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Buya Amirsyah, dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi sangat bergantung pada kematangan perencanaan yang disusun sejak dini. Menurutnya, agenda Monev dua tahunan ke depan akan diperkuat dengan tambahan indikator penilaian yang lebih kompleks. “Pentingnya membuat perencanaan karena tanpa perencanaan yang baik, kinerja tidak akan maksimal. Hal ini terutama menyangkut aspek kelembagaan, kepemimpinan, dan pelaksanaan program-program kerja di lapangan,” tegas Buya Amirsyah di hadapan para pengurus.

Wasekjend Safira M
Dalam pemaparan Wasekjend Safira M menjelaskan bahwa setiap tahun ada penambahan katagori penilaian
Variabel Monev (Tahun 2022) ,1. Kelembagaan .2. SDM (Sumber Daya Manusia) 3. Keuangan, 4. Aset dan Inventaris, 5. Tatalaksana Program
2. Variabel Tambahan (Monev 2024)
6. Kualitas Pelayanan Umat ,7. Kemitraan Strategis, 8. Kemitraan dengan BAZNAS Provinsi, 9. Informasi Terdokumentasi.
3. Penambahan Variabel Monev Tahun 2026
(10) Optimalisasi Pemanfaatan Ruang Digital, Publikasi Pencapaian Kinerja MUI Provinsi, Meluruskan Narasi Keagamaan Bermasalah, Menunaikan Himayatul Ummah wa Shoddiqul Hukumah di ruang digital.
Selain lima variabel dasar yang telah diukur pada tahun sebelumnya seperti manajemen SDM dan keuangan, Monev tahun 2026 akan menambah fokus pada optimalisasi ruang digital sebagai variabel kesepuluh.

Dr Rida Hesti
Dr Rida Hesti dalam pemaparan teknisnya menjelaskan bahwa digitalisasi sangat krusial agar kinerja MUI dapat ditampilkan melalui media sosial sebagai wujud himayatul ummah Hal ini juga mencakup peran MUI dalam meluruskan narasi keagamaan yang bermasalah serta mempublikasikan pencapaian kinerja di ruang siber secara masif.
Menanggapi rencana tersebut, Ketua Komisi Infokomdigi MUI Kaltim, Selamat Said Sanib, dalam sesi dialog mempertanyakan ketajaman indikator penilaian terkait dampak program terhadap umat dan administrasi digital. Ia berharap setiap aspek, mulai dari keaktifan pengurus hingga publikasi, memiliki parameter rangking yang jelas. Dengan predikat unggul yang kini disandang, MUI Kaltim diharapkan terus meningkatkan kemitraan strategis, termasuk dengan BAZNAS, guna memastikan kehadiran ulama tetap memberikan dampak nyata dan terdokumentasi dengan baik bagi masyarakat luas. (SSS/KMF-SMR)
![]()