Gelar Podcast Komisi Infokomdigi Undang Ketua MUI Kaltim KH Muhamad Rasyid

SAMARINDA (mui kaltim,or id) Untuk menyebarkan  dan sosialisasi program  Program MUI agar sampai ke masyarakat atau umat,  Komisi Informatika, Komunikasi dan Digitalisasi  (Infokomdigi ) Majelis Ulama Indonesia  (MUI) kaltim membedah program MUI  dengan mengundang Ketua MUI kaltim KH Muhammad Rasyid  melalui Podcast.Kegiatan Perdana  ini  digelar di ruang Podcast MUI kaltim di kantor MUI kaltim Lantai 2 Jalan Harmonika no 2 Samarinda(7 Juli 2026).

Ketua MUI kaltim KH Muhammad Rasyid  mendukung dan mengapresiasi komisi Infokom Digi yang bisa menggelar kegiatan melalui podcast, di tengah efisiensi pemerintah, tapi masih bisa eksis menggelar kegiatan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar Infokom Digi  yang menggelar kegiatan melalui podcast sehingga semua program program dan  produk produk  bisa lebih luas dikenal masyarakat lewat media digital ini, saya berharap semua komisi bisa  mengenalkan program programnya ke masyarakat,” Jelasnya.

Sementara itu di dalam dialog di Podcast yang dipandu Ketua Infokomigi MUI kaltim Selamat said Said ,M.Sos ini , KH Muhammad Rasyid menjelaskan, program program MUI jangka Panjang, program MUI unggulan dan rintisan untuk 5 tahun kedepan (2025-2030).

Lanjut Imam Besar Islamic Center Samarinda ini, Program jangka panjang Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara umum berfokus pada penguatan kerukunan umat, pemberdayaan ekonomi syariah, serta peningkatan kualitas dakwah. Program ini diimplementasikan untuk menjadikan MUI sebagai pelayan umat dan mitra pemerintah. Program jangka panjang ini nanti ada penjabaranya di program unggulan, prioritas dan  perintis.

Sedangkan program unggulan, menurut mantan Ketua Baznas kaltim ini diantaranya program kaderisasi ulama dan  dakwah di pedalaman.. Untuk kader ulama sudah digelar Bimtek, bagaimana para alumni kader ulama bisa melanjutkan S2 dan S3 melalui beasiswa. Dan untuk dakwah di pedalaman karena MUI tidak ada dana diharapkan bisa kerja sama dengan pemerintah setempat dan menjalin Kerjasama dengan pondok pesantren.

Mengenai program rintisan KH Muhammad Rasyid menjelaskan, MUI Kaltim melalui Komisi Perempuan, Remaja dan keluarga (PRK) sudah beberapa kali menggelar kegiatan, diantaranya di lapas Wanita di Tenggarong dan Rumah sakit jiwa  (RSJD) Atma Husada Mahakam, yang berlokasi di Jalan Kakap No. 23, Sungai Dama, Samarinda.

Konsep Rumah Singgah sendiri menurut KH Muhamad Rasyid  adalah tempat sementara bagi napi yang memiliki fasilitas berbasis komunitas (residential treatment centers), didirikan untuk memberikan kesempatan dan peluang transisi terhadap sumber daya komunitas agar memiliki upaya untuk kembali ke masyarakat sebagai anggota komunitas yang sehat, taat hukum, dan produktif setelah mereka dinyatakan bersalah melakukan kejahatan tertentu.

Sedangkan rumah singgah  bagi pasien Rumah sakit jiwa,   berfungsi sebagai tempat transit bagi pasien jiwa yang sudah mulai stabil setelah perawatan medis, tetapi belum siap kembali ke lingkungan keluarga atau masyarakat. Di tempat ini, mereka mendapatkan pendampingan psikososial, bimbingan spiritual, serta pelatihan keterampilan agar bisa kembali mandiri.

“Tapi untuk membangun  2 rumah singgah itu tentu perlu biaya besar, dan ini perlu adanya kerja sama dengan pemerintah terkait, MUI terus berupaya  dengan melobi berbagai pihak agar program rintisan itu segera terwujud,” harap KH Muhammad Rasyid. ( M Roghib) 

 

 

 

Loading

Solverwp- WordPress Theme and Plugin

Sosial Media MUI Kaltim