
SAMARINDA(muikaltim, or id) Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur masa khidmah 2025-2030 resmi dikukuhkan di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (23/6/2026).
Pengukuhan Dewan Pertimbangan, Pengurus Harian, Pengurus Komisi, dan Lembaga diawali dengan pembacaan Surat Keputusan yang dibacakan oleh Sekretaris Umum MUI Kaltim, Drs. H. Jamidi Junaidi, M.Pd, sedangkan prosesi pengukuhan Pengurus Harian dipimpin oleh KH. M. Cholil Nafis, M.A., Ph.D, Sementara Ketua MUI Kalimantan Timur, KH. Muhammad Rasyid, melantik dan mengukuhkan jajaran komisi, badan, dan lembaga,
Hadir dalam pengukuhan tersebut Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan jajaranya, Kemenag Kaltim Abdul Khaliq, Perwakilan Nahdlatul Ulama Kaltim, Perwakilan Muhammadiyah dan undangan lainya.
Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, dalam sambutanya menyampaikan apresiasi atas kontribusi MUI dalam menjaga kehidupan keagamaan, persatuan, dan stabilitas daerah. Menurutnya, MUI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak, dan berdaya saing.
“MUI memiliki kontribusi besar bagi Kalimantan Timur dan menjadi ladang amal bagi para ulama serta pengurusnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan karakter, moral, dan akhlak masyarakat membutuhkan proses panjang serta sinergi antara pemerintah dan ulama.
“Pemerintah dapat membangun fisik, tetapi membangun jiwa dan akhlak memerlukan proses yang panjang. Karena itu, sinergi pemerintah dan ulama menjadi sangat penting,” katanya.

Dalam arahannya, KH. M. Cholil Nafis menegaskan bahwa pembangunan moral tidak boleh tertinggal dari pembangunan fisik. Ia menyebut MUI sebagai tenda besar umat Islam yang menaungi berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, sehingga harus mampu menjaga persatuan tanpa menghilangkan identitas masing-masing ormas.
“Yang alim jangan diam, yang waras juga harus terus bersuara,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa amanah kepengurusan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kebijaksanaan, dan dalam bingkai organisasi.
“Pengurus jangan sampai diurus. Kepengurusan adalah amanah yang harus dijalankan dengan komitmen, berhikmah, dan tetap dalam bingkai organisasi,” ujarnya.
Menurutnya, perbedaan harus diarahkan pada titik persamaan, bukan perpecahan.
“Mencari titik persamaan tidak berarti menghilangkan identitas ormas. Yang harus dijauhkan adalah ego organisasi demi kemaslahatan umat yang lebih besar,” tegasnya.

KH.M.Cholil menegaskan pentingnya peran ulama sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun umat dan bangsa, termasuk menghadapi tantangan digitalisasi dan perubahan sosial.
Muhammad Rasyid menyampaikan bahwa MUI Kalimantan Timur telah melaksanakan sekitar 157 kegiatan serta melahirkan sekitar 180 kader ulama melalui program kaderisasi berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan organisasi tidak hanya dari banyaknya kegiatan, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan umat.
“Ke depan, kegiatan MUI harus lebih tajam, lebih terukur, dan lebih berdampak bagi umat,” ujarnya.
Mantan Ketua Bqaznas Kaltim ini, juga menekankan pentingnya kemandirian organisasi dengan mencari sumber pendanaan yang tidak bergantung pada APBD Provinsi Kalimantan Timur

Ketua Panitia, Dr. Abu Bakar Idham Madani, M.Ag, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebelum pelaksanaan pengukuhan, MUI Kaltim terlebih dahulu melaksanakan Mukerda sebagai forum evaluasi program kerja, perumusan kebijakan, serta penguatan arah organisasi dalam menjawab tantangan umat, kebangsaan, dan pembangunan daerah.
pengukuhan juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada H. M. Jos Soetomo atas kepedulian dan kontribusinya terhadap berbagai program dan penguatan kelembagaan MUI Kalimantan Timur dan Penandatanganan MoU MUI Kaltim
Sebagai bentuk penguatan sinergi dan kolaborasi kelembagaan, MUI Kalimantan Timur melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Bankaltimtara,Baznas Kaltim RS Atma Husada Samarinda, PGRI Kaltim dan IKIP PGRI Kaltim.
Kerja sama ini mencakup penguatan ekonomi umat, pengelolaan zakat, pelayanan kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Timur ( Selamat Said Sanib, M.Sos/Ghib
![]()