
BONTANG (muikaltim, or id) MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kalimantan Timur sangat mendukung dan mengapresiasi seminar Membangun Karakter Santri Berjiwa Nasionalis melalui Wawasan, Kebangsaan yang digelar Kemenag Provinsi kaltim di Pondok Pesantren Mus’ab Bin Umair, Jl. Poros Samarinda – Bontang Kab. Bontang tanggal 21 April 2026.
Seminar tersebut menghadirkan Supriyanto dari Densus 88 dengan makalahnya, “ Membangun Karakter Santri Berjiwa Nasionalis melalui Wawasan, Kebangsaan”
Hadir selain Wakil Sekretaris MUI Kaltim Abu Bakar Madani, Kabid PAKIS Kanwil kemenag Prov. Kaltim H Muh. Isnaini,, Densus 88 Supriyanto, Komisi Pendidikan MUI kaltim Netty, para santri pondok Pesantren dan undangan lainya.
Dalam sambutanya Abu Bakar Madani mengatakan, kegiatan ini senada dengan program atau peran MUI dalam rangka memperkuat agama dengan cara yang dijelaskan Pancasila untuk memastikan ketahanan nasional, partisipasi Ulama dalam pembangunan nasional.dan mempertahankan keharmonisan antar umat beragama di Indonesia.
“MUI berperan memperkuat agama dalam kerangka nilai-nilai Pancasila untuk memastikan ketahanan nasional, menjaga keharmonisan antar umat beragama, serta memberikan panduan keagamaan melalui fatwa atas berbagai persoalan kehidupan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dakwah yang mengedepankan perdamaian, toleransi, dan kerukunan di tengah masyarakat majemuk.
Abu Bakar Madani, sebagai penerus bangsa sangat penting menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan bela negara pada santri. “Santri harus punya wawasan luas, sikap toleran, dan cinta tanah air. Ini penting agar mereka siap saat kembali ke masyarakat,” jelasnya
Kata Dosen S2 UINSI Samarinda ini, Kegiatan ini juga menjadi wadah strategis untuk memperkuat karakter santri sebagai agen perubahan yang mencintai negaranya dan menjunjung tinggi nilai toleransi. Melalui pendekatan spiritual dan nasionalisme, para santri diharapkan mampu membawa Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam sekaligus menjaga keutuhan NKRI.

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Kemenag Kaltim, Muhammad Isnaini dalam sambutannya menyoroti peran strategis santri sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, santri tidak hanya dituntut unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. “Santri harus menjadi agen moderasi beragama, yang menjunjung tinggi sikap toleransi, anti kekerasan, serta menghargai perbedaan. Selain itu, santri juga berperan sebagai penjaga keutuhan bangsa dengan menolak paham radikalisme dan ekstremisme,” jelasnya.
Ia menambahkan, santri juga diharapkan menjadi pelopor persatuan dengan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan lintas budaya dan agama. Dengan demikian, santri mampu menjadi perekat di tengah keberagaman Indonesia.
Sementara itu Supriyanto, anggota Densus menekankan pentingnya peningkatan wawasan kebangsaan sebagai bagian dari pembentukan karakter santri. Ia menyampaikan bahwa nilai nasionalisme, cinta tanah air, serta komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus terus ditanamkan secara berkelanjutan.
“Harmoni antara agama dan negara menjadi kunci utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Oleh karena itu, kolaborasi antara Densus 88, MUI, pesantren, serta pemerintah melalui Kementerian Agama perlu terus diperkuat dalam program pembinaan karakter santri,” ungkapnya. (Netty/Ghib)
![]()