SAMARINDA (muikaltim,or id) Membahas penguatan strategi dakwah melalui platform digital. MUI Kalimantan Timur melalui Komisi Infokom Diki dan Komisi Dakwah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), bertempat di Ruang Podcast kaltim lantai 2 Gedung MUI Prov Kaltim jalan Harmonika no 1 B Samarinda (18/8/2026)
Rapat ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Umum MUI Kaltim KH. Muhammad Haiban serta Wakil Ketua Bidang Infokom Digi KH. Abdul Hadi, MM. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan komitmen lembaga dalam mentransformasi metode dakwah konvensional menuju format digital yang lebih adaptif.
“Saya mendukung dan mengapresiasi adanya kerjasama antara dua komisi Infokom Digi dan Komisi dakwah agar bisa membuat konten-konten keagamaan dapat tersampaikan secara efektif dan profesional kepada masyarakat luas. (
Ketua Komisi Infokom Digi, Selamat Said Sanib, M.Sos, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini akan segera diwujudkan melalui program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang dakwah melalui digital dan bertujuan untuk memperluas jangkauan syiar Islam di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Lanjut Selamat Said , sebagai langkah konkret, program pelatihan tersebut dijadwalkan akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang dan kegiatan ini direncanakan melibatkan perwakilan MUI Kabupaten dan Kota di seluruh wilayah Kalimantan Timur sebagai peserta utama.
“Kami berencana akan membuat pelatihan jurnalistik dan pembuatan konten dakwah guna membekali para pengurus dengan kemampuan teknis yang berharap dapat mencetak kader dakwah yang tidak hanya kompeten dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga terampil dalam mengelola media digital guna menghadirkan konten yang edukatif dan menyejukkan bagi umat mumpuni di dunia siber,” ungkap Selamat Said Sanib
Ketua Komisi Dakwah, Ustadz Ahsanur Ahmad, Lc, MA, menyambut baik atas terjalinnya kerja sama lintas komisi tersebut dalam rangka menguatkan literasi dakwah digital.
Kata Ustadz Ahsanur, di tengah isu efisiensi anggaran ini membuat lembaga lembaga Islam termasuk MUI terkena dampaknya, karena minimnya mendapat anggaran dari pemerintah.
“Belum lama ini saya sudah menghadap pimpinan MUI KH Muhammad Rasyid yang mana beliau mengungkapkan minimnya anggaran MUI akibat efisiensi dan beliau menyarankan agar dalam menjalankan program menjalin kerjasama dengan berbagai pihak,”ujarnya. (Selamat Said S /Ghib)
![]()