Wujudkan MUI Tenda Besar Umat Islam

Samarinda (MUI Kaltim)-  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim  memperingati hari lahir  nya yang  ke 43 .  Milad  digelar  di Gedung Kemenag Samarinda Jalan Harmonika Samarinda belum lama ini.( 26/7).

Milad MUI ke 43 yaang baru  pertama kali digelar oleh MUI kaltim ini dihadiri sekitar  150 orang mengambil tema ; dengan Milad ke 43 Majelis Ulama Indonesia MUI kita tingkatkan ukhuwah kebangsaan dalam Negara NKRI berdasarkan pancasila dan UUD 45”  itu juga diisi dengan seminar yang menghadirkan Wakil Ketua MUI Drs HS Alwy AS dan Pengamat Universitas Mulawarman (Unmul) Amin Jamal M,S i. Milad MUI yang dihadiri oleh Gubernur terpilih itu di moderator oleh Wakil Sekertaris MUI Mansyah HB

Ketua MUI Prov Kaltim KH Hamri Has

Ketua MUI Kaltim KH Hamri Has dalam khutbah Miladnya mengatakan tekadnya untuk  menjadikan MUI sebagai tenda besar umat Islam tanpa memandang asal usul dan tempat perkhidmatannya.

“MUI bertekad untuk menjadi tenda besar yang di dalamnya terdapat semua komponen umat Islam, yang berbeda-beda tapi tetap satu kesatuan,” kata KH Hamri Has.

Tenda besar umat Islam artinya  seluruh ormas Islam dipayungi dan diwadahi oleh MUI. Di Kaltim banyak organisasi Islam seperti Muhamadiyah, NU, Persis LDII dan lain-lain MUI akan menjadi pengayom, merangkul semua ormas agar bisa bersatu dalam ukhuwah.

Lanjut Hamri Has , diantara tugas MUI adalah menyatukan umat. Meski umat Islam itu satu, akan tetapi mereka tergabung ke dalam organisasi Islam yang berbeda-beda dengan karakteristik pemahaman Islam yang juga berbeda, terutama dalam wilayah perbedaan pendapat ulama. Disini  MUI berperan dalam menyatukan mereka sehingga umat bisa bersatu.

Maantan Ketua Badan Amil Zakat (Baz) Kaltim ini juga mempunyai tekad untuk terus menyuarakan Islam wasathiyah.  Munculnya kelompok ekstrem kanan dan ekstrem kiri di kalangan umat Islam dewasa ini menjadi alasan Majelis Ulama Indonesia (MUI)  untuk mengawal  Islam Wasathiyah,   Wasathiyah dinilai sebagai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, rahmat bagi segenap alam semesta, khususnya di Indonesia.

            Di Usianya yang ke 43 lanjut Hamri Has,  MUI Kaltim mempunyai program prioritas antara lain pengkaderan Ulama dan membuat peta dakwah

            “ Khusus kader dakwah, sejak beberapa tahun ini  MUI sudah berhasil mencetak kader ulama 3 angkatan dengan jumlah 130 orang, angkatan pertama 40 orang, begitu juga angtana ke dua berjumlah 40 orang  ,sementara angkatan ke tiga mereka lagi proses belajar di Pondok Gontor selama 6 bulan, dengan  rincian 40 orang program S 1 dan 10 orang Pasca Sarjana” kisahnya.

Para Peserta Seminar diMilad MUI Prov Kaltim ke 43

            Sementara itu untuk membantuk peta dakwah saat ini   sudah dibentuk  panitia   melalui komisi dakwah . Kegiatan membuat peta dakwah masih berlangsung dengan menerjunkan para pengurus MUI ke daerah daerah Kabupaten dan Kota seluruh kaltim” Kata Hamri Has.

Menurutnya dengan peta dakwah, da’i bisa mengetahui apa yang harus dibina dan dimana dia harus membina, dengan adanya peta dakwah pola dakwah ke depan benar-benar memahami kondisi masyarakat sehingga kehadiran da’i bisa memberi solusi.(Ghib)