Vaksin Covid-19 Dimulai, Ketua MUI Kaltim Himbau Masyarakat Bersedia Divaksin Dan Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Ketua MUI Kaltim KH Hamri Has

MUIKALTIM.OR.ID, Samarinda–Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Kalimantan Timur mendukung upaya pemerintah melakukan vaksinasi covid 19  yang akan dilaksanakan 13 Januari 2021.

Menurut Ketua MUI Kaltim KH Hamri Has, MUI Kaltim sangat mendukung dan  akan mensosialisasikan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 2 Tahun 2021 tentang produksi Sinovac serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi.

“Saya sangat mendukung adanya Fatwa MUI  Pusat tentang vaksin Covid -19, saya juga berharap penyakit corona segera bisa diatasi,  tentu saja harus didukung oleh semua elemen masyarakat,” UJar KH Hamri Has.  
               Mantan Ketua Basnas Kaltim ini menghimbau , Pertama meminta  masyarakat   Kaltim untuk bersedia Divaksinasi covid 19 yang telah mendapat rekomendasi suci  dan halal oleh Komisi Fatwa MUI RI. Kedua , tetap patuhi protocol kesehatan,  menjaga jarak, mencuci tangan danmemakai masker guna memutus rantai penyakit corona.

Sementara itu mengutip Republika.co.id . Ketua Umum MUI  RIMiftachul Akhyar  juga  menyampaikan beberapa imbaun terkait vaksinasini. Berikut imbauan lengkap MUI.
             Dengan bertawakkal kepada Allah SWT dan sebagai upaya kontribusi dalam mewujudkan kemaslahatan, maka Majelis Ulama Indonesia menyampaikan taushiyah sebagai berikut:
              1.Majelis Ulama Indonesia mendukung program Vaksinasi Covid-19 yang menggunakan vaksin halal (dalam tahap ini Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Science C. Ltd) sebagai salah satu ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah semaksimal mungkin terjadinya penularan wabah Covid-19 di tengah masyarakat.
              2.Majelis Ulama Indonesia mengapresiasi atas konsen Pemerintah dalam upaya penyediaan vaksin yang halal dan thayyib sebagai upaya perlindungan menyeluruh bagi umat dan masyarakat, baik pada aspek keselamatan jiwa maupun aspek keyakinan keagamaan.
              3.Majelis Ulama Indonesia mendorong seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Islam untuk mengikuti program vaksinasi dengan menggunakan vaksin yang halal dan thayyib sebagai upaya melindungi diri dari penularan wabah.
              4.MUI meminta Pemerintah untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat dan pentingnya vaksinasi dalam rangka memutus mata rantai peredaran Covid 19. Sosialisasi dan edukasi perlu dilakukan secara persuasif, melibatkan seluruh elemen dari berbagai latar belakang, termasuk elemen tokoh keagamaan sehingga ada kesadaran yang utuh mengenai pentingnya vaksinasi dan mengenai tentang halal dan thayyibnya vaksin Covid produk Sinovac yang akan digunakan.
              5.MUI mendorong Pemerintah untuk terus mengikhtiarkan ketersediaan dan ketercukupan vaksin halal dan thayyib guna bisa dimanfaatkan secara merata bagi masyarakat agar cakupan vaksinasi bisa meluas, dan terwujud kesehatan masyarakat (public health) yang paripurna.
              6.Di samping vaksinasi, MUI menghimbau masyarakat, khususnya umat Islam untuk tetap melakukan ikhtiar menjalankan protokol kesehatan seperti mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, memakai masker, menjaga kebugaran, serta ikhtiar bathiniah dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan, menjauhi maksiat, memperbanyak shadaqah, membaca doa daf’ul bala’, qunut nazilah, dan berdoa kepada Allah SWT agar wabah Covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT.

Redaktur/Wartawan: Muh Roghib