Usai Jadi Nara Sumber Dari MUI Kaltim Putri Wapres Singgahi IKN

PUTRI sulung Wakil Presiden, Dr Hj Siti Ma’arifah Ma’ruf Amin MM MH singgah di lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Wajahnya berseri. Dia merasa kagum dengan lokasi IKN yang berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Itu kunjungannya yang pertama. Dia sempat berfoto di Titik Nol, tempat Presiden Jokowi menyatukan tanah dan air yang dibawa 34 gubernur se-Indonesia. “Luar biasa, semoga gagasan mulia ini dapat kita wujudkan segera,” komentarnya.

Lokasi inti IKN di Sepaku terhampar di atas tanah seluas 56 ribu hektare. Rencana Presiden Jokowi melaksanakan ground breaking Agustus lalu tertunda. Karena itu banyak yang bertanya tentang perkembangan pembangunan IKN. Padahal berbagai pekerjaan dasar pembangunan IKN sudah dilelang oleh Kementerian PUPR, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup serta Kehutanan. “Tidak ada yang terhambat, IKN jalan terus,” kata Gubernur Isran dalam berbagai kesempatan.

Pekan lalu, Otorita IKN melengkapi sebagian personelnya. Salah satu deputi yang sudah dilantik, Dr Myrna Asnawati Safitri, wanita ahli hukum dan lingkungan kelahiran Samarinda sebagai deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam.
Sesuai Perpres 62 Tahun 2022, jatah Kaltim di struktur deputi ada dua. Satunya belum ditunjuk. Pekan lalu, 11 Ormas OKP dan lembaga di Kaltim membuat pernyataan. Mengapresiasi Otorita IKN yang mengakomodasi 2 deputi dan ketenagakerjaan lainnya dari masyarakat setempat. Mereka berharap 2 deputi itu, sosok yang benar-benar mengerti dan memahami kondisi Kaltim.

Gubernur Isran bersama peserta talkshow “Kepemimpinan Muslimah Zaman Now” dan tes IVA.

Siti Ma’arifah singgah ke lokasi IKN, setelah kunjungan ke Samarinda selaku ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga (PRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Di Samarinda, dia tampil sebagai pembicara dalam talkshow bertajuk “Kepemimpinan Muslimah Zaman Now,” yang digelar dalam rangkaian kegiatan nasional Tes IVA di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Sabtu (15/10).

Acara ini terselenggara atas kerjasama MUI Kaltim, Baznas, Askrindo dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kaltim. Melibatkan sekitar 220 ibu produktif. Kaltim adalah provinsi ke-10 yang melaksanakan program ini. “Alhamdulillah bisa terlaksana, malah ada tambahan tes kesehatan payudara,” kata Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid.

Tes IVA atau Inspeksi Visual Asam Asetat merupakan cara untuk mendeteksi kanker serviks atau kanker mulut rahim sedini mungkin. Caranya sederhana dan tidak sakit. Asam asetat dioleskan ke jaringan serviks. Lalu dilihat perubahan warna yang muncul, yang bisa jadi tanda keberadaan sel kanker.

Gubernur Isran yang membuka acara ini memberikan apresiasi, yang tinggi. “Program nasional tes IVA ini langsung menyentuh ke masyarakat terutama para ibu. Semoga ini memperkecil jumlah penderita kanker serviks di Kaltim,” katanya.

Isran mendukung dan mendorong para ibu untuk mendapatkan hak kesehatannya termasuk sehat dan terhindar dari kanker serviks. “Keberhasilan ibu adalah keberhasilan keluarga. Anak dan suami tergantung dari ibu-ibu,” tandasnya.MENJAGA 4 HAL
Tampil dengan busana muslim berwarna merah tua, Dr Siti Ma’rifah Ma’ruf mengungkapkan bahwa kepemimpinan zaman sekarang ini adalah pemimpin yang bisa mengombinasikan kecerdasan. Baik itu kecerdasan spiritual, sosial, intelektual, emosional, dan juga finansial.

“Jadi seorang ibu selain sebagai madrasatul ulaa, madrasah sekolah dini bagi anak-anaknya, juga harus bisa membangun perannya di ranah domestik (keluarga) dan publik,” tandasnya.

Perempuan itu, kata dia, diberikan kelebihan yang kita sebut dengan multitasking. “Kita harus bisa memaksimalkan potensi yang kita miliki untuk membangun keluarga dan masyarakat. Dengan cara kolaboratif dan bersinergi, baik dalam keluarga maupun dengan masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, perempuan yang layak menjadi pemimpin itu harus bisa menjaga 4 hal. Pertama, menjaga akal atau menjaga jiwa. Kedua, menjaga keturunan, di mana ibu punya peran penting melahirkan generasi mendatang, generasi yang salih dan kuat.

Ketiga, menjaga agama. Karenanya di dalam MUI ada program-program yang berkaitan dengan peran ibu atau perempuan menjaga agamanya. Wanita yang menjaga agamanya dengan baik, niscaya melahirkan dan mempersiapkan generasi yang teguh dengan agamanya.

Dr Siti Ma’arifah Ma’ruf Amin foto bersama Gubernur Isran, Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid, dan peserta talkshow dan tes IVA.

Keempat, menjaga kesehatan. “Kita mendorong agar ibu-ibu mendapatkan hak kesehatannya. Seperti diadakannya program tes IVA, tidak lain untuk memperkecil kemungkinan terkena kanker serviks,” kata Dr Siti Ma’rifah.

Tampil juga sebagai pembicara, Dr Meiliana, tokoh wanita Kaltim, yang pernah mengemban sejumlah jabatan di pemerintahan di antaranya Sekprov Kaltim, Plh Gubernur, Plt Wali Kota Samarinda, dan Kepala LAN Kaltim.

Menurut dia, banyak wanita yang berhasil meraih jabatan puncak baik di pemerintahan atau lembaga masyarakat. Dia menunjuk di antaranya Ibu Hj Megawati Soekarnoputri, mantan Presiden RI, almarhumah Ibu Ani Yudhoyono, istri mantan presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, dan Sri Mulyani Indrawati, menteri keuangan, yang diakui dunia.

“Saya kira terpilihnya Dr Myrna, yang masih keluarga saya menjadi deputi di IKN, membuktikan juga bahwa wanita Kaltim tak kalah dalam mengembangan prestasi dan kemampuannya,” kata Meiliana dalam keterangan terpisah kepada saya.

Meiliana mengaku senang bisa bertemu Dr Siti Ma’rifah. Bahkan dia dihadiahi sebuah buku karya Dr Siti Ma’rifah berjudul “Women Leadership.” Di luar talkshow, mereka banyak berdiskusi soal kepemimpinan zaman sekarang yang serba digital, bagaimana menyempatkan diri berkomunikasi dengan anak-anak sesibuk apa pun dan berbagai hal menyangkut perkembangan wanita di masa mendatang. “Banyak hal ringan-ringan beliau ungkapkan, tapi sangat berkualitas,” tambahnya.

Beberapa ibu yang mengikuti talkshow dan tes IVA itu mengaku senang diundang jadi peserta. “Seperti naik perahu, dua tiga pulau bisa direngkuh,” katanya.

Mereka juga ingin anak-anak mereka sukses seperti Dr Siti Ma’rifah dan Dr Meiliana. Menginspirasi untuk menjadi pemimpin di zaman now tanpa dihantui kanker serviks.(Catatan Rizal Effendi))