Sukseskan Vaksinasi di Kaltim , MUI Gelar Urun Rembuk

Peserta Urun Rembuk Foto Bersama(Foto M Roghib)

Samarinda www.muikaltim.or,id- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur belum lama ini  selasa (7/9) menggelar kegiatan Urun Rembuk yang berkaitan dengan kegiatan vaksinasi di Kalimantan. Dalam urun rembuk, MUI ingin mendapatkan informasi dari pelaku vaksinasi, seperti dari Dinas Kesehatan,  TNI Polri , para ulama dan tokoh masyarakat.

“ Demi suksesnya Vaksinasi di Kaltim  MUI Kaltim sengaja menggelar Urun Rembuk ingin  mendengar  secara langsung  dari pemangku Vaksinasi . Kami undang Dinas Kesehatan Samarinda, Dinas Kesehatan Provinsi kaltim, TNI/Polri. Agar kita bisa mendengar langsung pencapaian, target,  jumlah dan realisasi, bahkan kedala kendalanya  mengenai vaksinasi di kalimantan Timur,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim KH Muhamad Rasyid dalam sambutanya ketika membuka Urun Rembuk yang digelar di Ruang Rapat MUI Prov Kaltim jalan harmonika Samarinda. 

Hadir  dalam  Urun Rembuk, diantaranya,  Ketua MUI kaltim KH Muhamad Rasyid, Wakil Ketua Umum  MUI  Kaltim KH Boekhorie  Noer, Sekertaris Umum MUI Kaltim Drs H Samudi, Wakil Sekertaris Umum MUI Kaltim  Dr  Abubakar Madani,M,Ag, Ketua Komisi Fatwa  MUI kaltim  KH khairy Abusyairi, Ketua Komisi Informatika dan Komunikasi Drs Moh Roghib dan Sekertariat MUI Kaltim.

Kadinas Kesehatan kaltim Hj. Padillah Mante Runa, M.Si, MARS lagi memaparkan Program Vaksinasi di Kaltim (Foto M Roghib)

Sementara dari pihak lain yang hadir diantaranya Ketua Yayasan Islamic Center Kaltim H Awang Darma  Bakti dan jajaranya, Kepala Dinas Kesehatan kaltim  dr. Hj. Padillah Mante Runa, M.Si, MARS, Ketua  Bidang P2P (Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit) Dinas Kesehatan Prov kaltim Setyo Budi Basuki , Sekertaris Dinas Kesehatan Kota samarinda dr. Hj. Irama Fitamina Majid, serta undangan lainya.

KH Muhamad Rasyid  meminta masyarakat di Kaltim semuanya ikut menyukseskan program vaksinasi guna mengendalikan penyebaran pandemi COVID-19

“Kita berharap program vaksinasi sukses dan berjalan lancar,” kata Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalimantan Timur.
MUI  mengapresiasi  Pemerintah Provinsi dan Kab Kota, Dinas Kesehatan, TNI Polri yang bekerja keras untuk mensukseskan vaksinasi, termasuk para ulama dan tokoh masyarakat.
“Kami optimistis Indonesia khususnya Kaltim ke depan terbebas pandemi COVID-19,” katanya.
Menurut KH Muhammad Rasyid, MUI Kaltim hingga kini terus menyampaikan kepada elemen masyarakat agar tidak ada penolakan program vaksinasi COVID-19, apalagi dengan alasan tidak halal. Semua vaksin  termasuk vaksin AstraZeneca bagi umat Islam boleh menggunakan, yaitu berdasarkan Fatwa MUI, Bathsul  Masail Nahdhotul Ulama (NU). Vaksin boleh digunakan walaupun mengandung ungsur babi, tetapi dengan alas an kedaruratan.
 “ MUI Menjamin semua vaksin bisa digunakan  ,  saya mengutip pernyataan ungsur Ketua MUI Pusat Cholil Nafsi,  beliau mengatakan kalau belum semua jenis vaksin di Indonesia sudah diteliti LPPOM MUI, namun kata beliau kita boleh menggunakan berdasarkan kedaruratan,” tegas KH Muhamad Rasyid..

Kadinas Kesehatan Kalimantan Timur . Hj. Padillah Mante Runa, M.Si, MARS yang hadir dalam acara urun rembuk yang digelar  MUI Prov kaltim mengatakan ,  masyarakat kaltim harus terus waspada , karena  kasus cavid -19  didaerah ini termasuk tertinggi, bahkan pernah juara satu di luar pulau jawa,  dan juara dua provinsi.

“Akibat tingginya kasus corona -19 di kaltim jelas dampak sangat dirasakan masyarakat. Hancurnya  sektor ekonomi, pendidikan, dan sosial lainnya. Oleh karena itu mari sama sama untuk menekan ,bahkan menghilangkan covid-19 ini,” ajak Kadinas kesehatan Kalimantan Timur.

Lanjut Padilah Mante, untuk mewujudkan itu masyarakat harus disiplin dengan 5 M. yaitu , 1. Memakai masker, 2.  Mencuci tangan, 3.Menjaga jarak, 4. Menjahui kerumunan dan  5. Mengurangi mobilitas.

Disamping  itu vaksinasi salah satu upaya untuk mengenyahkan Covid-19,  masyarakat juga harus menjaga kesehatan fisik maupun mental serta meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh, itu merupakan salah satu kunci agar terhindar dari paparan covid-19 saat ini.

Untuk menjaga kesehatan fisik, kata kadinas kesehatan kaltim yang dua  tahun lagi pansiun ini dengan  mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang, Olahraga teratur, mengkonsumsi suplemen, buah-buahan, juz, multivitamin dan lain lain.

“Di samping meningkatkan imun tubuh supaya terhindar dari tertular virus ini, hal yang juga tak kalah penting kita harus meningkatkan Iman kita kepada Allah SWT serta berdoa supaya dijauhkan dari berbagai penyakit yang ada. Bersikap husnudzan kepada Allah SWT dan yakin segalan macam ujian dan cobaan yang dihadapi sehingga meningkatkan iman yang mana sangat berpengaruh terhadap imunitas tubuh,” jelas padilah mante.

Menyinggung soal capaian vaksinasi di Kaltim. Daerah yang dipimpin Gubernur Isran Noor ini baru mencapai 19 ,19 / tanggal 15 agustus 2021, atau baru sekitar 400 Ribu orang. Padahal menurut standar WHO, jumlah yang di vaksin harus mencapai 70 persen. “Jadi kaltim masih jauh dengan target 70 persen yang direkomendasikan WHO. Penduduk di kaltim sekitar 3.700.000 orang dan yang harus divaksin minimal 70 persen atau 2.800.000,” ujarnya.

Peserta Urun Rembuk Yang digelar MUI Prov Kaltim (Foto M Roghib)

Sementara itu kepala Bidang P2P (Pengendalian dan Pemberantasan penyakit) Setyo Budi Basuki menjelaskan ,
Cakupan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih jauh dari target 2,8 juta sasaran. Minimnya stok vaksin jadi kendala percepatan vaksinasi.

Kaltim memiliki total 2.874.401 target sasaran vaksin, yang tersebar di 10 kabupaten dan kota. Vaksinasi baru mencapai 16 persen persen atau baru sekitar 459 ribu jiwa.

“Kaltim dibawah angka capaian nasional yaitu dosis 1,22,7 dan dosis keduanya 14,75 persen. Kemudian Samarinda 21 ,9 persen dosis 1, dan dosis keduaya adalah 14,75 persen,”kata Setyo Budi Basuki.
Lanjut Setyo Budi Basuki realisasi vaksin yang diterima kaltim  hingga 27 Agustus  2021 lalu sebanyak 1.334. 860.00 dosis .

kemudian sasaran  untuk membentuk heart imunity di Kaltim  mencapai 70 persen dari total populasi . Untuk  itu butuh 2.874.441 dosis dan ini harus diselesaikan tahun 2021 ini. “kalau kita mau hitung jumlah yang diperlukan  vaksin di kaltim baik dosis 1 ataupun 2  dengan mecapai eart imunity minimal 70% atau 5.748.802.00 , realisasinya baru mencapai 1.781.088 atau 37,51 persen. Sehingga kita masih kekurangan vaksin sebanyak 4.413.942.00,” jelas pria murah senyum itu.

Wartawan/Editor M. Roghib