Sikapi Isu  LGBTQ, KPRK MUI Kaltim  Gelar Talk Show Literasi Kesehatan

SAMARINDA (muikaltim)  – Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga (KPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan Perempuan Lintas Agama (Perlita) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kaltim menggelar Talk Show dengan tema “Literasi Kesehatan dalam Menyikapi Isu LGBTQ bagi Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045”.Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Puri Senyiur Samarinda( Selasa, 20 Oktober 2026)

Wakil Ketua Umum MUI kaltim KH. Boechari Noer mengatakan, pentingnya kewaspadaan bersama dalam menyikapi isu LGBTQ. Ia mengingatkan bahwa isu tersebut perlu menjadi perhatian serius bagi keluarga dan lingkungan pendidikan.

Ketua Bidang KPRK MUI Kaltim, Prof. Dr. drh. Hj. Gina Saptiani, M.Si, , menyampaikan temuan dan data terkait risiko kesehatan yang dikaitkan dengan perilaku seks berisiko, seperti Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk HIV/AIDS, sifilis, gonore, klamidia, herpes genital, hepatitis B, dan shigelosis.

Ia juga menyampaikan data global terkait HIV/AIDS, dimana berdasarkan data yang dipaparkan, pada tahun 2025 tercatat 570.000 kasus, dengan estimasi kematian global akibat HIV mencapai 430.000 – 780.000 jiwa, serta data kumulatif yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global.

Talk show ini juga menghadirkan perspektif lintas agama dalam menyikapi isu tersebut: Pandangan Buddha: Menekankan pada pengendalian diri dan larangan terhadap perilaku yang menyimpang dari etika moral.Pandangan

Agama Hindu: Menolak perilaku LGBT karena bertentangan dengan Dharma.

Pandangan Protestan: Memandang tindakan LGBT sebagai dosa dalam perbuatannya sehingga perlu pembinaan dan bimbingan.

Pandangan Katolik: Disampaikan lebih mengedepankan sikap menghindari perilaku tersebut dengan pendekatan kasih dan pembinaan.

Pandangan Islam: Disampaikan bahwa syariat Islam diturunkan untuk menjaga eksistensi agama dan keturunan, serta menjaga akal sehat. Rujukan ayat disampaikan dari QS. Al-A’raf, Al-Hijr, dan Asy-Syu’ara

.Pandangan Konghucu: Memandang dari konsep keseimbangan Yin Yang, dimana keselarasan hidup sesuai ajaran kitab suci menjadi prinsip, sehingga tidak ada wilayah abu-abu.

Sementara itu Ketua KPRK Mui kalti Hajah Siti Sagirah,M,Ag  mengatakan,, melalui kegiatan ini, KPRK MUI Kaltim dan Perlita FKUB Kaltim berharap literasi kesehatan bagi generasi muda dapat diperkuat dengan pendekatan agama, kesehatan, dan ketahanan keluarga, sehingga generasi muda Kaltim dapat terhindar dari perilaku berisiko dan siap menyongsong Indonesia Emas.

Menurutnya, Generasi muda adalah penerus bangsa yang perlu dibekali dengan literasi kesehatan, pemahaman yang tepat, serta nilai-nilai agama dan moral dalam enghadapi berbagai isu sosial di era digital. “Mari bersama memperkuat literasi, membangun dialog yang sehat, dan menumbuhkan generasi muda yang berakhlak, berwawasan, serta siap berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045. ,”ajaknya.(Chariah/Ghib)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Loading

Solverwp- WordPress Theme and Plugin

Sosial Media MUI Kaltim