Program Perdana MUI Kaltim ; Konsolidasi dan Banyak Silaturahmi

Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid

Samarinda, www MUI Kaltim,or,id- KH Muhammad Rasyid  setelah terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia  Kalimantan Timur masa bakti 2021-2026  menggantikan KH  Hamri Has. Akan tancap gas untuk mengendalikan organisasi MUI yang baru saja memilih untuk menjadi nahkodanya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini  dalam menjalankan progam MUI Pertama akan bersilatuahmi dengan ormas ormas Islam di kaltim seperti Nahdhotul Ulama (NU), Muhamadiyah, Hidayatulloh, Persis dan lain lain. Selain ke organisasi MUI juga akan silaturahmi dengan tokoh masyarakat,  tokoh agama,  perusahaan BUMN, bahkan ke DPR, dan Pemerintah daerah.

Untuk penguatan organisasi pihaknya juga akan konsolidasi dengan para pengurus Harian MUI, maupun Pengurus Komisi yang berjumlah hamper 100 orang. Tujuan dari konsolidasi agar para  pengurus kompak, sejalan, saling menguatkan, saling mengingatkan.Bahkan untuk konsolidasi ini Pengurus MUI Provinsi akan berkunjung ke MUI daerah kabupaten Kota se Kaltim.

“Disamping silaturahmi ke Internal, ke Ormas Ormas Islam, Pemerintah, DPR,tokoh agama,  kami juga ada recana mengunjungi MUI ke Kab Kota se-Kaltim, tentu saja ini perlu dana yang tidak sedikit,” terang KH Muhammad Rasyid.

Lanjut KH Rasyid untuk menjalankan organisasi agar kuat,  solid,  profesional dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak utamanya legitimasi dari pemerintah.

“Organisasi yang tidak professional dan solid tidak bisa menjalankan programnya secara sempurna,   akan berjalan ditempat, bahkan bisa hancur, walaupun itu organisasi  yang besar seperti MUI.” ujar KH Rasyid.

Untuk melaksanakan roda organisasi  MUI KH Muhammad Rasyid Menyitir pendapat sahabat Nabi saw Ali bin Abi Thalib, yaitu kebenaran yang tidak didasari suatu organisasi yang tidak rapi akan dikalahkan  oleh kebatilan yang diorganisasi secara rapi

Sebaliknya KH Muhammad Rasyid juga menyitir pendapat sahabat Nabi yang lainya yakni Usman Bin Affan, bahwa organisasi yang  professional bisa menjawab tantangan apapun beratnya, oleh karena itu ia minta kepengurusan MUI yang baru  bisa bekerja professional, solid, aktif, saling kerja sama . Bila ini bisa diwujudkan  tentu MUI bisa menjawab tantangan kedepan untuk membina umat.

“Program proram kerja yang reaalistis, rapi  dan dapat dukungan dari berbagai pihak ingsya Alloh MUI akan bisa menjawab berbagai tantangan,” ujar Muhammad Rasyid.

Kata KH Rasyid, jajaran pengurus MUI kedepan akan membawa MUI sesuai Khitahnya, yaitu sebagai payung ormas -ormas Islam lainya seperti Muhamadiyah, Nahdhotul Ulama (NU), AlWashatiyah,  Lembaga  Dahwah Islam Indonesia (LDDI) dan lain lain.

“MUI sesuai khitahnya sebagai payung atau tenda besar umat Islam, MU akan menjadi jembatan antar ormas Islam, antar umat, bahkan antara umat islam dan pemerintah ,tapi yang jelas MUI sebagai organisasi Islam yang berfahan Ahli Sunnah Wal jamaah,”ujar Ketua DMI Kaltim.

Redaktur/Wartawan: Muhammad Roghib