
SAMARINDA(muikaltim,or id)– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan silaturahim yang dikemas dalam bentuk Halalbihalal pada Selasa, 7 April 2026, bertempat di Hotel Puri Senyiur, Samarinda.
Mengusung tema “ Saatnya Menata Hati, Ciptakan Kebersamaan dan Menyatu Dalam Harmoni ”, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Staf Ahli Gubernur Kaltim BidangPerekonomian Daerah, dan Kesra, Arief Murdiyatno, , unsur Forkopimda, Kementerian Agama, tokoh lintas agama, hingga organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.
Ketua MUI Provinsi Kalimantan Timur, KH. Muhammad Rasyid, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun kebersamaan lintas elemen masyarakat.
Menurut mantan Ketua NU (Nahdlatul Ulama ) Kaltim ini, kegiatan ini bukan sekadar Halalbihalal, tetapi menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan antar lembaga dan organisasi yang selama ini memiliki ruang gerak masing-masing.
“ Kita memiliki wilayah kerja masing-masing dengan sekat-sekat tertentu. Namun jika sekat itu terlalu kaku, maka kita tidak bisa bekerja sama ,” ujarnya
Ia menambahkan bahwa pertemuan ini menjadi upaya untuk merajut kembali kebersamaan demi kepentingan masyarakat luas, khususnya dalam menjaga kondusivitas daerah dan bangsa.

Menjawab Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam pidatonya, KH. Muhammad Rasyid juga menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi bangsa Indonesia dalam menuju visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, diperlukan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk menghadapi berbagai tantangan sosial seperti polarisasi dan penyebaran ujaran kebencian.
“ Polarisasi perlu kita cegah. Ada polarisasi yang isinya kebencian dan ujaran kebencian. Maka literasi, terutama di era AI yang begitu dominan, menjadi sangat penting ,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan literasi digital menjadi bagian penting dari peran MUI dalam menjaga keseimbangan informasi dan kehidupan beragama di masyarakat.
MUI Kaltim juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah serta organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, baik Islam maupun non-Islam.
Muhammad Rasyid menyampaikan bahwa sinergi tersebut penting dalam menghadapi dinamika pembangunan, khususnya dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
“ Kita tidak akan bisa menjawab tantangan ke depan jika kita tidak akrab dan tidak bekerja bersama. Kita perlu sinergi dengan pemerintah ,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa peran MUI bukan hanya sebagai mitra, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga arah pembangunan bangsa.

Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Kalimantan Timur yang disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Perekonomian Daerah, dan Kesra, Arief Murdiyatno mengatakan, pemerintah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menilai bahwa kegiatan silaturahim lintas elemen seperti ini sangat penting dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menciptakan stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen MUI Provinsi Kalimantan Timur dalam membangun harmoni sosial, memperkuat ukhuwah, serta mendorong terciptanya masyarakat yang rukun dan damai.
Dengan semangat kebersamaan, seluruh elemen yang hadir diharapkan dapat terus bersinergi dalam membangun Kalimantan Timur yang kondusif, religius, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.(Tri Wiyatmo S)
![]()