Peringatan Maulid, MUI Kaltim Minta Umat Teladani Nabi

Samarinda -MUI Kaltim. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia MUI Kalimantan Timur  KH Hamri Has  mengajak umat Islam untuk memanfaatkan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai titik tolak untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Meningkatkan ketakwaan dengan berbuat kebajikan dan beramal soleh dengan cara meneladani sifat dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sebagaimana misi kenabiannya yaitu untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak umat manusia,” kata KH Hamri Has pada acara peringtan  Maulid yang di gelar MUI prov Katim bekerja sama dengan Hotel Bum Senyiur  di   Hotel Senyiur Jalan diponegoro Samarinda Minggu (1/12/2018).

            Menurutnya  Nabi kita Muhammad saw adalah Nabi terakhir. Selain memiliki sebutan Khotamun Nabiyyin, beliau juga memiliki gelar Sayyidul Anbiya’, Pemimpin para Nabi. mengungkap keagungan demi keagungan Rasulullah diatas para nabi yang lain.

Lanjut Mantan Ketua Basda Prov ini  Nabi diturunkan kedunia  untuk membawa risalah,  membawa kabar gembira, membawa pencerahan. Pada diri rosul semua tingkah  laku , perbuatan dan perkataan semuanya menjadi contoh umatnya seperti yang dikatakan langsung oleh Alloh dalam Al quran,

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allâh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allâh [al-Ahzâb/33:21]”

Beliau Nabi terakhir, Nabi dari Arab, nanti di akhrat semua  manusia  komunikasinya pakai bahasa Arab, malaikat munngkar nangkir juga tanya pakai bahasa arab, makanya umat islam minimal hafal dua kalimat syahadat, Asyhaduallailahaillah Waasyhadhuana Muhaamadarrosullloh,” Ujar KH Hamri Has

KH Hamri Has mengatakan ada  tokoh dari Mesir mengatakan  sejarah Nabi SAW  bagaikan lautan yang dalam dan banyak mutiara mutira, Kalau ada seorang penulis mencatat sejarah Rasul secara utuh, berapapun halaman dan jilid yang dicetak masih tidak cukup menulis sejarah Rasul secara utuh. Karena, sebelum lahir pun, informasi soal Nabi Muhammad itu sudah disampaikan. Nabi Musa, Nabi Isa sudah menyampaikan. Isa, menyampaikan, nanti akan datang seorang Rasul sesudah aku, yang bernama Si Ahmad. Jadi, 500 tahun sebelumnya, sudah dikabarkan.

Sementara itu KH Kudhori dari pengadilan Agama kaltim  dalam ceramahnya mengatakan, didalam pergaulan sehari hari umat harus saling menolong, terutama dalam hal kebaikan,dan sebaliknya kita tidak boleh usil pada tetangga

“Siapapun anda , baik pejabat, pengusaha, pedagang, bahkan rakyat jelata harus mencintai orang lain seperti mencintai dirinya sendiri, anda belum beriman , walaupun sudah iman kepada Alloh iman kepada Malaikat, iman kepada Rosul, iman kepada qodlo dan takdir tapi masih belum sempurna imannya sebelum mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri,”katanya

Disamping itu lanjut Kudhori umat islm harus menjaga ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan agar Islam kuat, adil dan makmur kuncinya adalah persatuan, kita bisa lihat jaman sekarang ini persatuan sudah jadi barang mahal, sesama tetangga, sesama Islam sesama komunitas, sesama suku salig hujat, saling serang di WA, FB dan ternyata yang jadi kurban adalah kita sendiri, bahkan hanya beda pendapat di WA soal piihan capres ada yang saling bunuh.

Lanjut Hakim  pengadilaan  Kaltim  yang sudah menjabat selama 14 tahun di kaltim ini Kita harus harmoni baik di masyarakat, komunitas dalam bernegara, apalagi dalam rumah tangga, harmoni dimulai dari rumah tangga, banyak penceraian dikarenakan kurang harmoninya rumah tangga.

“ Kaltim terutama Samarnda paling banyak kasus pencereian ,bahkan Samarinda di banding  kalsel, kalbar,kalteng yang paling tinggi kasus pencereinya, di daerah lain paling banyak kasus pencerian / tahun paling 1000 ,tapi di Samarinda rata  1500 kasus lebih, ini akibat kurang menjaga harmoni,” katanya

Ketuaa Panita HJ Aminah

Ketua Panitia Maulid Nabi yang digelar MUI 2018 HJ Aminah melaporkan peserta undangan yang hadir sekitar 400 orang  berasal dari berbagai organsasi  Islam, ada dari Muslimat, Fathayat, pengurus Masjid, Majelis Taklim ,bahkan ada majelis taklim dari Anggana juga hadir.  peringatan Maulid yang bertema”Memperteguh ukhuwah Islamiyah dan ukhwah Wathonyah  Untuk Kemajuan Negara RI”  ini bertujuan untuk menjaga persatuan dan kesejukan dalam rangka menghadai Pilpres dan Legeslatif ini .

“Kita berharap pilpres dan pileg ini tetap sejuk walau ada beda pilihan, kaltim yang menjadi contoh di daerah lain yang suasananya sejuk harus dipertahanan,”Ujar HJ Aminah. (Ghib)