Pemkot Samarinda Kirim 10 Kader Ulama Ke Hadramaud

 

para kader ulama dapat pembeklan dari Walikota Samarinda

para kader ulama dapat pembekalan dari Walikota Samarinda

SAMARINDA WWW.MUIKALTIM,ORG-  Menyiapkan ulama -ulama yang mumpuni, tak semudah membalik telapak tangan. Perlu kerja keras dan dukungan dari orang tua untuk menyiapkan kader-kader ulama yang yang tangguh dan profesional. Guna menyiapkan ulama ulama  yang mumpuni dan tanggung  pemkot Samarinda Tahun 2019 ini mengirim sebanyak sepuluh orang kader Ulama ke Hadramaut.

Para kader ulama tersebut   dilepas oleh Walikota Samarinda belum lama ini (9/7/2019) di Mushalla Al-Amin Rumah Jabatan Walikota Samarinda. Sebelum dimulainya acara silaturahmi dan pelepasan Kader Ulama Kota Samarinda terlebih dulu dilakukan  shalat maghrib dan shalat hajat berjamaah dan para kader tersebut  saat ini sudah  berangkat pada tanggal  12 Juli 2019 lalu  melalui Bandara APT Pranoto Samarinda

Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengatakan melahirkan seorang ulama itu tidak mudah, butuh proses yang panjang dan membutuhkan waktu yang lama.

“Memperbaiki infrastruktur yang rusak itu sangat mudah, tunggu 2 hingga 6 bulan setelah dianggarkan, yang rusak sudah bisa diperbaiki, tetapi menyiapkan sumber daya manusia itu tidak mudah, menyiapkan seorang guru atau ustadz saja perlu pendidikan 6 sampai 12 tahun, mondok lagi belajar kitab dan lain sebagainya, tidak akan terlihat hanya dalam 1 tahun,” ucap Jaang.

Orang nomor satu di Kota Samarinda ini menjanjikan kepada peserta yang belum berhasil lolos pada seleksi tahun ini akan tetap dibantu untuk mengikuti seleksi tahun 2020.

“Untuk yang belum lolos jangan berkecil hati, saya bersama tim nanti akan bekerjasama kiranya dengan Ustadz siapa dan dimana adik adik peserta akan dikirim untuk belajar dalam mempersiapkan diri seleksi di tahun depan dan anggarannya juga disiapkan oleh Pemerintah Kota Samarinda,” kata Jaang.

Tidak sampai disitu, Walikota Samarinda juga akan menambah kuota keberangkatan peserta menjadi 20 orang pada tahun 2020.

“Mohon doanya, saya akan memperjuangkan bersama tim anggaran di DPRD menyiapkan anggaran  di tahun 2020 untuk 20 orang, bagi yang sudah berangkat dan sedang belajar disana akan kita pantau, dari 10 orang ini nanti kan terlihat yang mana yang dapat menyerap ilmu paling cepat dan paling bagus, jangan pulang dulu, nanti akan ditambah lagi waktu nya hingga 2 tahun karena belajar 1 tahun tidak akan cukup dan saya berharap tahun nanti ada kader dari perempuan”, pungkasnya.

Kepala Bagian Kesejateraan Rakyat Sekretariat Kota Samarinda Abdul Jami selaku Ketua Panitia mengatakan ada beberapa syarat yang harus dikuasai peserta agar lolos mengikuti pelajaran di Yaman.

“Ada beberapa kategori untuk lolos, yaitu kategori pertama yang dites adalah Hafidz Qur’an, syaratnya harus 7 juz, dan juga harus dilengkapi penguasaan bahasa Arab, kemudian kategori yang kedua adalah masalah retorika dakwah / pidato dakwah dan kategori ketiga adalah Qira’atul Kutub atau pembacaan kitab Arab gundul,” terang Jami.

Sedangkan kader ulama yang terpilih mengikuti pendidikan di Hadramaut, Yaman diantaranya : Marajo (Kec. Loa Janan Ilir), Taufik Efansyah (Kec. Sei. Kunjang),  Bahruddin (Kec. Sei. Pinang), Ahmad Qusyairi (Kec. Loa Janan Ilir),  Risqi Fikri Al-Kautsar (Kec.Samarinda Ulu), Iman Tauhid (Kec. Samarinda Utara), Khoirul Anam (Kec. Samarinda Utara),  Rahmanada Badhar Yusuf (Kec.Samarinda Ulu), M Amir Rohmad (Kec. Samarinda Seberang), dan Abdurrahman Saili (Kec.Sungai Pinang).

Jami melanjutkan bahwa biaya peserta selama 1 tahun belajar di ‘Negeri Sejuta Wali’ ini juga akan disiapkan oleh Pemerintah Kota Samarinda setiap orangnya sebesar Rp 70 juta.(Roghib)