Pelihara Keberagaman, MUI Kaltim Gelar Dialog Antar Agama

SAMARINDA(mui kaltim,or id)  untuk memperkuat semangat persaudaraan lintas agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim  melalui Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama (KAUB) menggelar acara FOCUS GROUP DISCUSSION ( FGD ) Harmonisasi Hubungan Antar Umat Beragama dengan Tema : Merajut Kerukunan, Menguatkan Persaudaraan : Harmoni Lintas Agama untuk Indonesia yang Damai” yang digelar di  Hotel Puri Senyiur – Jl. Ruhui Rahayu I No. 2 Gunung Kelua – Kec. Samarinda Ulu – Samarinda, Selasa, 18 November 2025

FGD yang dihadiri 50 peserta menghadirkan narasumber dari kemenag Prov kaltim, Pertama,H. Muhammad Isnaini, S.Ag, M.Pd (Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam) dengan Materi peran pemerintah dalam menjaga kerukunan  antar umat beragama dan harmonisasi antar umat.

kedua Pdt,Dr Lenggan Pait,M.Th dari FKUB Kaltim dengan materi :merajut kerukunan dan menguatkan persaudaraan.

Ketua MUI kaltim yang diwakili bidang Hubungan Umat Beragama Drs,KH Azhar Qowim,MPd.I mengapresiasi yang dilakukan panitia khususnya Komisi HUB yang telah bekerja keras memfasilitasi kegiatan yang sangat penting yaitu berpartisipasi untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan di kalimantan Timur.

“Saya sangat mengapresiasi MUI melalui komisi HUB yang telah menjembatani  masyarakat majemuk dengan berbagai agama, suku untuk terus merawat keberagaman, saya ucapkan terimakasih juga kepada narasumber yang telah mengerahkan, ide, pikiran dan tenaga untuk bersama sama mencapai tujuan menuju untuk meraih kerukunan dan ketentraman,” ujar Azwar Qowim

Lanjut Ketua Dewan masjid Indonesia Samarinda ini, Untuk bisa hidup selaras dan harmonis dengan sekitar di lingkungan masyarakat yang pluralistik, sungguh diperlukan  tanggung jawab sebagai warga negara untuk menghargai keberagaman  Kesadaran untuk menghargai keberagaman tidak hadir begitu saja dalam diri setiap orang, akan tetapi merupakan sebuah kondisi yang perlu diusahakan dan diciptakan.

“Kita harus mampu menempatkan diri  untuk dapat mengambil peran untuk berkontribusi terhadap terciptanya keselarasan hidup dalam masyarakat yang beragam,”katanya

Sementara itu narasumber H. Muhammad Isnaini, menjelaskan peran pemerintah khususnya peran Kemenag, pertama Membuat Kebijakan dan Regulasi Kerukunan Umat Beragama seperti  mengatur masalah pendirian rumah ibadah, Memfasilitasi Dialog Antarumat Beragama:,  Mengadakan forum dialog lintas agama,  Menjembatani komunikasi antar tokoh agama dan . Menjadi mediator saat terjadi gesekan atau potensi konflik antar pemeluk agama.

“ Kemenag juga mempunyai tugas dalam  Penguatan Moderasi Beragama, Pembinaan Lembaga dan Tokoh Keagamaan,  Pendidikan Keagamaan dan Literasi Toleransi, Menangani dan Mencegah Konflik Keagamaan yang tak kalah penting yaitu  Penguatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),” ujar Isnaini.

Nara sumber kedua Pdt,Dr Lenggan Pait,M.Th menjelaskan, bagaimana merajut kerukunan dan menguatkan persaudaraan. Menurutnya, Kerukunan bukan sesuatu yang terjadi otomatis, tetapi harus dirajut (dibuat, dirangkai) : diupayakan, dijaga, diperjuangkan, dan diperbaharui. Persaudaraan adalah ikatan kemanusiaan yang melampaui sekat agama—bahwa setiap manusia adalah saudara dalam kemanusiaan.

Lanjut Lenggan Pait, merawat toleransi ada tantangannya seperti,Intoleransi digital, Eksklusivisme keagamaan,  Politik identitas, . Konflik berbasis ekonomi, . Minim dialog

“Dan untuk mengantisipasi tersebut, diperlukan pendidikan moderasi agama, kemudian banyak dialog, banyak mengerjakan sosial seperti kerja bakti bersama dan juga memberikan pemahaman tentang pentingnya toleransi,”katanya

Lenggan Pait,  yang diperlukan sekarang semuanya harus komitmen, memajukan dialog, menolak kekerasan, melawan intoleransi, dan membangun persaudaraan sebagai jalan menghadirkan Indonesia yang damai, adil, dan berkeadaban.

Ketua Panitia FGD yang sekaligus ketua Komisi HUB, Drs H Suparman menjelaskan tujuan dari pada kegiatan ini adalah memperkokoh persaudaraan diantara umat beragama yang ada di kaltim.

“Ya seperti dalam Tema FGD , yaitu : Merajut Kerukunan, Menguatkan Persaudaraan : Harmoni Lintas Agama untuk Indonesia yang Damai,”ujar Suparman

Kata Suparman ,peserta sebanyak 50 orang terdiri dari unsur NU, Muhammadiyah, MUI se Kecamatan Samarinda, Majelis keagamaan dari Agama Islam, Kristen, Buda, Hindu dan konghucu.(Roghib)

 

 

Loading

Solverwp- WordPress Theme and Plugin

Sosial Media MUI Kaltim