MUI Pusat Adakan Monitoring dan Evaluasi MUI kaltim

Samarinda www.muikaltim.or,id.-Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melakukan kunjungan ke Kantor MUI Provinsi Kalimantan Timur,  Agenda utamanya dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev) MUI daerah Provinsi. Tim Monev MUI Pusat terdiri dari Salahuddin Al-Ayyubi (Bidang  ekonomi Syariah dan halal,  Rahmad Hidayat (Bendahara Umum MUI pusat) dan Desy sebagai sekretaris Tim Monitoring

Rombongan  diterima langsung oleh Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid, Sekretaris Umum MUI Kaltim H Samudi, Wakil Ketua Umum MUI KH Bukhari, bersama beberapa pengurus Harian dan Ketua komisi  , Pengurus MUI Kutai Kartanegara, Pengurus MUI Balikpapan dan Pengurus MUI Samarinda .

Pertemuan Tim monitoring dan Evaluasi  (Monev) dari MUI Pusat dan MUI Kaltim bertempat di Ruang Rapat MUI Prov kaltim Jalan Harmonika no 1.b Samarinda,(Kamis 27)

Ketua Tim  Monev KH Salahuddin Al Ayyubi  mengatakan,  Monitoring dan evaluasi ini, bertujuan untuk untuk menerima informasi dan data pengelolaan organisasi MUI Provinsi sekaligus memberikan supervisi secara langsung, disamping ingin  mengetahui perkembangan , kegiatan program kerja MUI daerah dari waktu ke waktu. 

KH Salahuddin meminta MUI  untuk tertib organisasi, tertib pengelolaan keuangan dan tertib pelaporanya, karena MUI sebagai tenda besar ormas harus memberikan contoh terhadap organisasi atau lembaga lainya. Jangan sampai MUI kesandung masalah hukum, khususnya  dalam pengelolaan keuangan.

“ Karena besarnya peran MUI , sehingga banyak yang iri dan tidak senang dengan dengan MUI, dengan berbagai cara pihak lain ingin MUI hancur namanya.,” ujar KH Salahuddin A Ayyubi.Al-Ayyubi juga mengingatkan  MUI daerah terhadap peran dan tiga tugas utama MUI dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Khadimul Ummah (menjaga umat), Shadiqul Hukumah (partner pemerintah) dan Tauhidul Ummah (menyatukan umat).

Kata tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) ini, disamping terus menjalin komunikasi dengan pemerintah, MUI punya kewajiban untuk menyatukan umat. Menyatukan ormas -ormas dan lembaga.

“Menghadapi musim politik, antara umat islam, karena beda partai, beda pilihan pemimpin sering terjadi gesekan, ini tugas MUI untuk merajut dan menyatukan umat,”ujarnya.

Sementara itu,  Ketua MUI kaltim KH Muhammad Rasyid  menyampaikan ucapan terima kasih  dan menyambut hangat   atas kunjungan tim Monev MUI kaltim.

“Saya ucapkan selamat datang dan terimakasih, atas kehadiran tim monev, semoga silaturahmi antara MUI Kaltim dengan MUI pusat dan daerah kabupaten tetap terjalin, kegiatan pada hari ini kami sengaja mengundang para pengurus Harian, Para Ketua Komisi, bahkan MUI dari daerah Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara  dan Bontang. Alhamdulillah hampir semuanya hadir,” Jelas KH Muhammad Rasyid.

Lanjut Imam Besar Masjid Islamic Center Samarinda ini  pengurusan MUI Kaltim  sejak tahun 2021, namun karena covid kegiatan sempat stagnan, baru  2022 ini  bisa  melaksanakan berbagai kegiatan, seperti Seminar, Talkshow, dan lain lain. Itupun dana tahun 2021, karena dananya cair Desember, jadi  baru  bisa dilaksanakan tahun 2022.

Kata KH Muhammad Rasyid , Pemprov memberikan dana tahun 2021  sebesar Rp 1 miliar , kemudian dananya sebagian untuk operasional sisanya dibagi ke 13 komisi dan LPPOM.” Alhamdulillah semua bisa melaksanakan walaupun dananya terbatas, bahkan ada komisi yang mengerjakan kegiatan 2 kali seperti komisi perempuan ,komisi kesenian bahkan sampai 3 kali kegiatan, intinya semua komisi sudah melaksanakan kegiatan,  walaupun terkadang dengan cara kerja sama atau sering pembiayaan dengan pihak ketiga yang halal. ”kata mantan ketua Baznas kaltim ini.

Sementara ini 2022 ini MUI mendapatkan dana hibah Rp 700 Juta ,ditambah dana tambahan APBD P Rp 300 juta. Adanya bantuan ini menandakan MUI punya hubungan baik, dengan Pemprov kaltim, DPRD dan kaltim dan Bagian Kesra Kantor Gubernur.

“Kami meminta Pemprov melalui Kesra  jangan sampai dana MUI tiap tahun kurang dari Rp 1 miliar, alhamdulilah kami dipercaya karena laporan keuangan (LPJ) kami tidak ada masalah,” tegas Ketua MUI