
SAMARINDA(mui or id)- Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur resmi menerbitkan taushiyah menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Taushiyah ini disampaikan sebagai pedoman bagi umat Islam Kalimantan Timur Khususnya, dalam menyambut dan mengisi Ramadan dengan penuh keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial.
Dalam taushiyah tersebut, MUI menyampaikan enam poin penting sebagai pedoman umat Islam dalam menyambut dan mengisi bulan suci Ramadan. Dengan senantiasa memohon petunjuk, bimbingan dan ridha Allah SWT. menyampaikan taushiyah sebagai berikut :
1.Mengajak seluruh umat Islam di Kalimantan Timur untuk meningkatkan taqarrub kepada Allah SWT sebagai wujud syukur atas kembali dipertemukannya dengan Bulan Ramadhan yang penuh rahmat, ampunan dan keberkahan dengan memperbanyak ibadah dan mensucikan jiwa (tazkiyatun nafs) guna memperkuat keimanan dan ketakwaan.
2.Menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak do’a dan munajat, baik setelah sholat fardhu, sholat tarawih, maupun sholat malam, seraya memohon kepada Allah SWT agar bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia senantiasa berada dalam lindungan-Nya, dijauhkan dari segala bencana, serta diberikan keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian.
3.Menghimbau agar umat Islam menjaga lisan, sikap, dan perbuatan dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai dan pahala ibadah puasa, termasuk dalam bermuamalah di ruang publik dan media sosial.
4.Menyerukan kepada lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan Islam, dan takmir masjid untuk menghidupkan syiar Ramadhan melalui kegiatan keagamaan, seperti Pesantren Ramadhan, kajian-kajian keislaman, serta ceramah dan tausiyah sebelum atau sesudah sholat fardlu maupun sholat tarawih.
5.Mendorong umat Islam untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan lingkungan, serta menghindari perdebatan dalam masalah khilafiyah furu’iyah yang dapat mengganggu ukhuwah Islamiyah, sekaligus menghormati dan mematuhi keputusan Pemerintah terkait penetapan awal Ramadhan dan 1 Syawal.
6.Mengajak seluruh umat Islam untuk memperkuat solidaritas sosial, dengan memperbanyak infaq, sedekah, dan zakat sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, serta memohon dukungan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban selama Bulan Suci Ramadhan ini.
Demikian taushiyah ini disampaikan demi terwujudnya kemaslahatan bersama. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua dalam upaya meningkatkan kualitas ibadah Aamiin
Taushiyah tersebut ditetapkan di Samarinda Kalimantan Timur pada 29 Sya’ban 1447 H/17 Februari 2026 M dan ditandatangani oleh Ketua Umum MUI kaltim KH Mumamad Rasyid r, serta Sekretaris Umum Hasmidi Junaidi. (M Roghib)
![]()