MUI Kaltim Gelar Sosialisasi Ketahanan Keluarga

SAMARINDA, WWW,MUIKALTIM. ORG- MUI Provinsi Kaltim melalui Komisi Pemberdayaan Perempuan, remaja dan keluarga belum lama ini menggelar sosialisasi hasil konggres Muslimah ke 2. Di Hotel Senyiur Jalan Diponegoro Samarinda.

Sosialisasi  dengan tema; Ketahanan Keluarga Dalam Membantuk keluarga berkwalitas di Era Globalisasi yang  digagas oleh komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Prov kaltim ini dibuka langsung Ketua MUI Prov kaltim KH Hari Has  dan dihadiri sekitar 300 orang terdiri dari  pengurus MUI ( Majelis Ulama Indonesia ) Kaltim, Pengurus (Nahdhotul Ulama) NU Kaltim, Fatayat NU Kaltim, Muslimat NU Kaltim, pegurus Muhamadiyah , Majelis Taklim dan lain lain.

 

Menurut Wakil Ketua MUI Prov kaltim Dr Hj Aminah HJS M pd ,  Kongres Muslimah Indonesia II yang digelar oleh Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, akhir tahun 2018 lalu di Hotel Grand Cempaka, Jakarta  Lalu layak disosialisasikan.

 

Kongres Muslimah Indonesia (KMI) ke-2 memiliki agenda salah satunya membahas tentang perceraian yang semakin marak di tengah masyarakat berdasarkan data Kementerian Agama.

“Selain radikalisme, perceraian menjadi momok ketahanan keluarga,” Kata Wakil Ketua MUI Provinsi kaltim bidang  Pemberdayaan Perempuan,Remaja dan Kelurga  Dr.Hj,Aminah HJS M,pd.

Dia mengatakan perceraian merupakan salah satu tantangan besar dari masyarakat di masa kini. Kementerian Agama pada tahun 2010 menyebut dari dua juta orang yang menikah setiap tahun, ada 285.184 perkara yang berakhir dengan perceraian.

 

”Jadi sangat mengherankan ternyata 70  persen penceraian adalah perempuan yang menggugat ini ada apa,” tanya Aminah HJS.
Jelasnya  tren meningkat dari perceraian itu dengan 70 persen penggugat cerai adalah istri dengan alasan suami tidak bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Selain terkait perceraian, dia mengatakan terdapat isu lain soal perempuan yang dibahas seperti terkait penguatan ekonomi, hukum, sosial, pendidikan dan dakwah. Pada akhirnya ketahanan keluarga menjadi menjadi salah satu pilar terwujudnya ketahanan nasional.

Aminah mengatakan tujuan diselenggarakannya KMI-2 adalah menjaga ketahanan keluarga Indonesia, membangun sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dan menguatkan peran muslimah dalam menghadapi tantangan zaman.

Sementara itu Ketua MUI Prov Kaltim KH Hamri Has  menyatakan  berkomitmen dalam meningkatkan peran perempuan dan keluarga.

Apalagi dalam konteks kekinian, yakni peran perempuan di tengah kehidupan yang semakin moderen di era globalisasi. Untuk itu, MUI mengapresiasi inisiatif Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga dalam menyelenggarakan sosialisasi ini.

 

“Dalam sejarahnya, perempuan mempunyai posisi sentral, baik dalam kehidupan keluarga, maupun masyarakat. Potensi perempuan yang begitu besar, dan apabila dioptimalkan, maka akan sangat menentukan keberhasilan pembanguanan pembangunan Sumber Daya Manusia,” ucapnya.

KH Hamri Has menjelaskan, MUI Prov kaltim melalui beberapa komisi termasuk Komisi prerempuan sudah membentuk layanan konsultasi,”jadi kalau ada masalah, seperti masalah Keluarga, masalah perkawinan, masalah warisan silahkan datang  ke Kantor MUI jalan Harmoika, Ingsya Alloh kami bisa membantu masalah anda,” jelasnya. (Roghib)