MUI Kaltim dan PPUMI Gelar Gelar Talkshow Berbisnis Berkah dan Higienis

SAMARINDA (muikaltim,or,id)  Majelis  Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur melalui komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga  (KPRK) bekerja sama  dengan Pemberdayaan Perempuan UKM(PPUMI) Prov kaltim  menggelar Talkshow  yang diselenggarakan  di Hotel Puri Senyiur Jalan Ruhui Rahayu 1 No 26 Gunung kelua Samarinda, Rabu/12 November  2025.

Kegiatan dengan tema: Hijrah Menuju Berkah ,Inovasi Dalam Gizi, ekonomi dan Ekologi  (Berkah dan higienis) ini  ini menghadirkan narasumber dari  akademisi dan praktisi, yaitu Andi Noor Asikin  dari PPUMI Kaltim dan  Gina Saptiani Ketua komisi PRK MUI kaltim.

Wakil ketua Umum MUI Kaltim KH Muhamad Haiban menyambut baik dan mengapresiasi  komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga  (KPRK) bekerja sama  dengan Pemberdayaan Perempuan UMKM(PPUMI) Prov kaltim yang telah menggelar kegiatan yang sangat bermanfaat bagi usaha UMKM di kaltim.

KH Haiban mengharapkan para UMKM  di kaltim  optimis dalam menjalankan usahanya, penuh inovasi ,kerjasama dan yang paling penting selalu memegang kejujuran dan tak lupa berdoa agar usahanya selalu mendapatkan kesuksesan dan keberkahan

. “Jujur dalam usaha UMKM adalah kunci untuk menciptakan keberkahan dan kepercayaan. Dengan kejujuran, pengusaha dapat membangun reputasi yang baik, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan memperkuat hubungan bisnis. Kejujuran juga membantu dalam menjaga kualitas produk dan layanan, Oleh karena itu, jujur dalam usaha UMKM adalah langkah yang tidak hanya berkah, tetapi juga ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah,” ujar Mantan Ketua Muhammadiyah kaltim.

Wakil ketua MUI Kaltim Bidang PRK Hajah Aminah meminta para UMKM yang mayoritas perempuan ini bisa mengikuti  jejak pengusaha istri nabi, Siti Khadijah,  wanita luar biasa ini. Ia bukan hanya istri pertama Rasulullah, tetapi juga seorang pengusaha yang sukses dan dermawan , dengan kecerdasannya dalam mengelola bisnis dan keberaniannya dalam mengambil risiko.

Menurut Hajah Aminah, Siti Khadijah membuktikan bahwa perempuan dapat meraih keberhasilan duniawi tanpa kehilangan kesucian, kehormatan, dan kemuliaan spiritual. Ia adalah teladan bagi siapa saja yang ingin sukses dengan cara yang mulia, dan kisahnya memberikan pesan penting bahwa integritas, keimanan, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dengan kesuksesan materi.

“Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kehidupan Sayyidah Khadijah, menjadi kaya inspirasi untuk terus berkarya, berbakti, dan beriman, sebagaimana beliau telah menorehkan jejak kebaikan yang abadi dalam sejarah umat manusia. Beliau seorang pengusaha yang hartanya habis untuk perjuangan islam dan membela nabi SAW,” jelasnya.

Ketua PPUMI Kaltim, Meilina menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat peran perempuan dalam pengembangan UMKM di Kaltim.

“Tema talkshow ini sangat relevan dengan kondisi kita saat ini. Hijrah berarti bergerak menuju sesuatu yang lebih baik. Dalam konteks usaha, hijrah berarti memperbaiki niat, cara kerja, dan menjadikan usaha tidak hanya menguntungkan secara materi, tetapi juga membawa keberkahan dan manfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Menurut Meilina, perempuan memiliki peran besar dalam menopang perekonomian keluarga sekaligus pembangunan bangsa. Oleh karena itu, perempuan perlu terus mengasah kreativitas, meningkatkan kualitas produk, dan mengedepankan nilai keberlanjutan.

“Kita hidup di era serba cepat dan penuh tantangan. Inovasi menjadi kunci agar usaha tetap bertahan dan berkembang. Inovasi tidak harus besar dan mahal, bisa dimulai dari hal kecil, seperti menambah nilai gizi produk, memperbaiki kemasan, hingga menggunakan bahan yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Nara sumber dari Pengurus Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Andi Noor menyampaikan dalam dunia usaha, sejatinya tidak ada istilah jatuh atau dijatuhkan, melainkan bagaimana pelaku usaha mampu melihat peluang dan menjaga kepercayaan konsumen.

Lanjut Andi Noore, keamanan pangan menjadi aspek utama yang harus diperhatikan setiap pelaku usaha. Produk yang halal dan aman tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menjadi dasar kepercayaan konsumen.

“Kalau produk kita tidak aman, maka keluarga dan masyarakat tidak akan mau mengkonsumsinya,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa keamanan pangan sangat erat kaitannya dengan hati dan niat. Usaha yang dijalankan dengan niat baik, memperhatikan gizi, serta memperhatikan aspek ekonomi dan ekologi, diyakini akan membawa berkah.

“Pengusaha sejati adalah orang yang berani berinovasi dan berjuang dengan tangan sendiri,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Komisi PRK Gina Saptiani  yang juga menjadi narasumber mengatakan UMKM di Indonesia wajib mengurus sertifikasi halal untuk memenuhi syarat kehalalan produk yang diproduksi. Sertifikasi ini penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pasar, dan mendapatkan nilai tambah bisnis.

kata Dosen UNMUL ini, makanan halal dan thayyib adalah kunci untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Makanan halal berarti sesuatu yang diizinkan oleh Allah untuk dikonsumsi, sedangkan makanan thayyib berarti baik, suci, bergizi, dan tidak membahayakan. Keduanya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga dengan kesehatan mental dan spiritual. Dengan memilih makanan halal dan thayyib, seseorang dapat menjaga kesucian diri, menumbuhkan rasa syukur, dan menjauhkan diri dari sifat tamak. Konsep ini juga berdampak positif pada kesehatan jasmani, ketenangan batin, dan keberkahan hidup.

“Makanan halal  berimbas pada  diterimanya amal dan doa, doa kita, sebaliknya makanan haram menyebabkan kehidupan tidak berkah dan doanya ditolak oleh Allah SWT,”jelasnya.

Acara yang berlangsung interaktif ini juga menjadi ajang berbagi inspirasi dan memperkuat jejaring antar pelaku UMKM perempuan. Di akhir acara, peserta sepakat untuk terus berkolaborasi dan mengembangkan usaha berbasis nilai keberkahan dan kelestarian lingkungan.

Hadir memeriahkan stand pameran UMKM, pondok pesantren yang menerima bantuan inkubasi pesantren. Di antaranya Nahdlatul Wathan Bantuas, Annur, Darus sofa, Hidayatullah, Nabil Husein, Muslimin Indonesia Center (MIC), Darussa’adah, Madinatul Quran, Sabilal Rasyad, Al Falah, Darul Falah, Darul Ihsan, Istiqomah, dan Attanwir yang berasal dari Samarinda.

Selain itu turut hadir juga pondok pesantren Al Abqary, Darurahman, Nurul Islam, Annur Al Ikhlas, Muhajirin, Nahdhatul Wathah, Almashuriyah, Al Jamil, Ibadurahman yang berasal dari Kutai Kartanegara.(M Roghib/Ketua komisi infokom MUI Samarinda / kaltim)

 

Loading

Solverwp- WordPress Theme and Plugin

Sosial Media MUI Kaltim