Maklumat Multaqo Ulama dan Habaib Kaltim

SAMARINDA WWW.MUIKALTIM,ORG- Multaqo ulama, habaib, pondok pesantren dan cendikiawan muslim yang berlangsung di hotel bumi senyiur  belum lama ini dihadiri  oleh beberapa ormas islam, ulama dan tokoh masyarakat yang ada di Kaltim, diantaranya hadir Ketua MUI Prov Kaltim, Penasehat Forum kebangsaan HM Yos Soetomo, Mantan Katua NU KH Rosyid, Wakil Ketua MUI Kaltim  KH Boekhori Noor , Imam Besar Masjid Islamic Center KH Wahab.

 

Ketua MUI Kalimantan Timur. KH. Hamri Has sangat mendukung multaqo ulama dan mengajak seluruh elemen masyarakat pasca pemilu kemarin, agar dapat kembali membangun persatuan dan kesatuan bangsa.

 

“Kita tahu pada masa pemilu tadi,saling bersitegang satu dengan lainnya karena beda pilihan, sekarang sudah saatnya ketegangan yang ada harus dikubur jauh jauh.Bagimana kedepan kita harus membangun bangsa ini bersama sama dan tidak mungkin dilakukan kita sendiri.Mari kita tinggalkan yang telah lalu,tumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa ini,” ungkapnya.

 

KH Hamri Haz  berharap usai pelaksanaan pesta demokrasi di Kaltim kepada umat yang sebelumnya terpecah karena dukungan, hari ini dapat melunturkan segala perbedaan dan dapat bersatu kembali sebagai umat dan bangsa.

 

“Siapapun yang terpilih nanti nya itu lah pemimpin kita dan harus kita hormati, karena itulah hasil dari demokrasi kita,” ungkapnya.

 

Lebih jauh ia juga menyampaikan perhatian khusus akan banyaknya korban yang gugur dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia. “Tidak boleh dianggap remeh, karena ini baru pertama kali sampai ada lebih 500-an nyawa menjadi korban. Lebih ribuan yang jatuh sakit.

 

  1. Muhammad Rasyid sebagai inisiator berlangsungnya acara ini mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat dalam menyikapi segala informasi dan perkembangan yang ada.

 

“Ditambah dengan wibawa para ulama dan tokoh masyarakat diharapkan dapat memberikan wawasan politik dan kesadaran berdemokrasi kepada masyarakat, seperti kita tau partisipasi masyarakat pada pemilu kali ini sangat tinggi dibandingkan dengan pemilu sebelumnya,”pesannya

 

Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terpengaruh terhadap segala bentuk provokasi yang ada dan juga tetap menghargai konstitusi yang ada,”tutupnya

.

Semantara itu Wakil Ketua PW NU dan Wakil Ketua MUI Kaltim KH Boechori Noor  sebagai ketua Panitia menjelaskan , acara ini untuk menumbuhkan kenbali rasa persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia khususnya Kaltim.

 

“Sekarang sudah tak boleh lagi ada kelompok A kelompok B , Sekarang namanya kelompok Indonesia, yang membangun Indonesia dengan damai,”tuturnya.

 

Dalam pertemuan tadi menghasilkan maklumat untuk msyarakat Kaltim agar senantiasa tidak terprovokasi terhadap isu-isu yang belum tentu kebenarannya .Adapun isi maklumat adalah sebagai berikut :

 

  1. Manfaatkan momen Ramadan untuk capai ketaqwaan serta jaga kondisi negara untuk tetap damai.

 

  1. Pererat ukhuwah Islamiyah , ukhuwah Wathoniyah, ukhuwah Basyariah

 

  1. Teguhkan kesetiaan kepada Pancasila,UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI .

 

  1. Komitmen jaga stabilitas dan kondusifitas bangsa .

 

  1. Menghindari segala bentuk provokasi, fitnah dan kekerasan selama dan sesudah Ramadan.

 

6.Mentaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di NKRI .

7 Tidak terpancing untuk melakukan aksi inkonstitusional baik secara langsung ataupun tidak langsung

 

  1. Saling Fastabiqul Khairat guna tingkatkan ekonomi umat
  2. Melakukan sosialisasi terhadap hasil Multaqo Ulama di berbagai forum secara berkelanjutan. (Roghib)