Lima Pimpinan dan Pengawas Baznas Prov Kaltim Dilantik

Wakil Gubernur Hadi Mulyadi dan Pimpinan dan Dewan Pengawas Basnas Kaltim yang baru dilantik(foto Roghib)

Samarinda, Muikaltim,or,id-Lima Pimpinan Badan Amil Zakat (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur dan Dewan pengawas BAZNAS (2021-2026) resmi dilantik di Gedung  lantai 1 Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada Samarinda (11/3/2021) siang.

Pelantikan kelima pimpinan BAZNAS dan  Pengawas Provinsi Kaltim resmi dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur kaltim H Mulyadi.

Sebanyak  5 Pimpinan  Basnas yang dilantik, terdiri Ketua 1.  Drs M Drs M Nabhan (Ketua) ,2. Miswan Thahadi (Wakil Ketua  1),  Abdurrahman Ar  (Wakil Ketua 2),  Faridhatul Islam (Wakil Ketua  3) dan . Achmad Suparno (Wakil Ketua 4). Sedangkan  Dewan Pengawas  BAZNAS yang terdiri 1. DR Drs H Jauhar Effendi (Ketua Dewan Pengawas, ,Drs H Elto M,Si , H Muhammad Kurniawan, H Muslim Gunawan MSi MA masing masing sebagai anggota

Hadir dalam pelantikan tersebut, Para Pejabat Pemprof kaltim, Pansel Pimpinan Basnas Prov kaltim, Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid dan undangan lainya.

Wakil Gubernur Kaltim H Mulyadi dalam sambutanya mengatakan, para pimpinan Baznas yang dilantik adalah orang pilihan dan terbaik karena telah diseleksi secara ketat dan panjang.

‘Semua yang ikut proses seleksi Baznas adalah terbaik, yang sekarang lolos bukan berarti lebih baik, tetapi pansel mempunyai pertimbangan yang dipilih, dan saya yakin yang terpilih juga yang baik dan professional karena melalui proses seleksi yang yang ketat,” ujar Wakil Gub ernur Hadi Mulyadi.

Ketua Dewan Pengawas Basnas Kaltim Jauhar Efendi dan Ketua Basnas Kaltim M Nafhan

Wakil Gubernur Kaltim itu meminta kepada para pimpinan Baznas terpilih bisa bekerja secara profeional dan amanah. Amanah dari umat, dari pemprov Kaltim, bahkan amanah dari Alloh SWT.

Hadi Mulyadi   mengharapkan kepada  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim memaksimalkan potensi penerimaan Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS).

” Potensi zakat dikaltim sangat besar yang berasal dari umat kaltim dan perusahaan perusahaan besar di Kaltim. Menurut penelitian potensi zakat di Kaltim mencapai Rp 1,5 Triliyun kalau ini bisa dihimpun  dan dikelola secara baik, maka dana tersebut dapat menjadi dana alternatif untuk penyelesaian berbagai masalah, khususnya dalam rangka memerangi pandemi  dan  pengentasan kemiskinan,” kata Hadi Mulyadi.

Wagub menambahkan, potensi zakat di Kaltim sangat besar, namun belum dikelola secara maksimal, maka dari itu diharapkan pengurus Baznas Kaltim yang baru  bisa  melakukan inovasi dan kreasi bagaimana potensi yang ada bisa digali untuk kepentingan umat.

Hadi Mulyadi  mengatakan, mulai periode ini ada Badan Pengawas Baznas  Kaltim yang berjumlah 4 orang . Badan Pengawas ini tugasnya mengawasi, memonitoring dan menverikasi agar tidak terjadi permasalahan kinerja para pimpinan Basnas.. Dengan adanya pengawasan  kinerja pimpinan Baznas akan lebih professional, akuntabebel dan trasparan.

“Badan pengawas akan memelototi terus kinerja  pimpinan dan karyawan Baznas agar zakat bisa dikelola dengan lebih baik dari sebelumnya. Jangan sampai Zakat dikelola secara sembarangan tidak mengikuti aturan aturan sehingga menimbulkan masalah.Maka dengan adanya Badan Pengawas ingsya Alloh akan lebih baik lagi,” kata Hadi Mulyadi..

Terpisah  Ketua MUI  Kaltim KH Muhammad Rasyid  yang juga mantan Ketua Banas Kaltim ini yakin kinerja Baznas Kaltim periode ini akan lebih professional karena sudah melalui seleksi yang sangat professional.

“Saya yakin kinerja para pimpinan Baznas ini akan bekerja lebih baik dan professional, baru  periode ini ada seleksi  pimpinan Baznas yang ketat, transparan dan professional  apalagi saya lihat  ada badan pengawasnya, tentu akan lebih baik karena ada yang selalu mengingatkannya,” ujar KH Muhammad Rasyid.

Wartawan/Redaktur : Muh Roghib