Ketua MUI Kaltim: Jadilah Ilmuwan Ulama dan Ulama Ilmuan

Ketua MUI kaltim KH Muhammad Rasyid (no 3 depan) dan Para Alumni Kader Ulama angkatan V (Foto Roghib)

Samarinda,www.muikaltim,or,id- Jadilah ulama yang berilmu, yang mempunyai banyak karya, karya tulis, karya pemikiran .Ulama juga  dituntut untuk memiliki penguasaan ilmu pengetahuan yang tinggi tapi juga mampu menerapkan keluhuran akhlak dan nilai spiritual . Maka jadilah Ilmuwan ulama dan ulama yang ilmuwan.

Sebaliknya Jangan jadi ulama yang sekedar pintar ceramah,  tapi tak punya karya sehingga ketika meninggal dilupakan, tak punya kenangan. Beda kalau ulama  yang ilmuwan, yang banyak karyanya ,walau sudah meninggal tetap dikenang sepanjang masa.

Demikianlah pesan  Ketua MUI kaltim KH Muhammad Rasyid, ketika acara penyambutan  peserta PKU ( Pendidikan Kader Ulama ) Angkatan V dan penyampaian program kerja  Alumni PKU dan ICMM (Ikatan Cendekiawan Muslim Muda) . Di Ruang Rapat Kantor MUI Prov Kaltim Sabtu 25 Desember 2021.

KH Muhammad Rasyid memberikan pengarahan kepada para Alumni PKU (Foto Roghib)

KH Muhammad Rasyid  mengisahkan dulu ada ulama besar yang terkenal 3 serangkai yang sama sama belajar di Mesir dan Madinah yaitu Syekh Abdul  Wahab Al Bugisi , Syekh Abdul Samad Al-Palimbangi, dan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dari ke tiga ulama  dua yang hobi  menulis dan ceramah. Ulama yang hobi menulis seperti Syekh Abdussamad Al-Palimbangi yang banyak menulis kitab, diantaranya, Hidayat As-salikin fi Suluk Maslak al-Muttaqin dan kitab Sair As-Salikin. 

Dan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dengan tulisan tulisanya seperti, Sabilal Muhtadin, Tuhfatur Raghibin, Al Qaulul Mukhtashar, di samping kitab Ushuluddin, kitab Tasawuf, kitab Nikah, kitab Faraidh, dan kitab Hasyiyah Fathul Jawad. Karyanya paling monumental adalah kitab Sabilal Muhtadin, sementara itu Syekh Abdul Wahab Al-Bugisi mengajar dan ceramah dimana mana, tetapi  minim karya tulis.

“ Dari 3 ulama  yang banyak karya tulisnya, meskipun meninggal sudah 2 abad lebih tetapi masih dikenang di masyarakat, sementara yang minim karya tulis sudah banyak dilupakan orang,” kata  Imam besar Islamic Center Samarinda.

Selanjutnya KH Rasyid berpesan kepada para kader ulama, khususnya  kader ulama binaan MUI agar rajin membuat karya seperti artikel, opini, membuat buku dan lain lain.

“Kita kan ada Majalah Amanah ummat, Website MUI kaltim,or,id, FB MUI Kaltim, instegram ini bisa jadi sarana  para kader untuk membuat karya karya menulisnya,” ujar mantan Ketua Baznas kaltim ini.

Untuk Program Kader Ulama KH Muhammad Rasyid bangga karena MUI Kaltim sudah menghasilkan  150 lebih kader ulama, namun kedepannya bukan hanya mengejar kuantitas, tapi harus mengarah ke kualitas. Kalau dulu hanya S1, perlu ditingkatkan ke S2, bahkan S3. Dan bukan hanya di Pesantren Gontor saja, tetapi bisa ke pesantren TebuIreng, pesantren di Banjarmasin atau Pesantren di Jawa Timur.

Para Alumni PKU dari berbagai angkatan (Foto Roghib)

Sementara itu dalam kegiatan acara penyambutan  peserta PKU ( Pendidikan Kader Ulama ) Angkatan V ini juga  disampaikan  Laporan Kegiatan para alumni PKU dan rencana kerja kedepannya. Kegiatan Alumni PKU yang sekarang membentuk wadah ICMM  dan diketuai  ustadz Ade Irawan , diantaranya Nongki, bidang penelitian dan pengkajian, bidang pendidikan dan pengabdian, bidang Publik Relation.

Hadir    Ketua MUI kaltim KH Muhammad Rasyid, Sekretaris Umum MUI Kaltim, Drs Samudi ,Ketua BP-BKT dan juga sebagai Ketua Komisi Pengkajian dan penelitian Prof .Dr.H Syahrumsyah Asri,SH.MSi, APU, Ketua Komisi Pendidikan dan kaderisasi Drs H Muhammad Khazim.Mpd, Ketua Komisi Informatika dan Komunikasi  Drs H Muhammad Roghib, Ketua ICMM Ade Irawan dan undangan lainya.

Wartawan/Redaktur: M Roghib