Kapolda Sowan Ke Rumah Ketua MUI kaltim

Samarinda MUI Kaltim- Kapolda Kaltim Kaltim Brigjen Pol Drs. Priyo Widyanto, M.M, bersama para pejabat utama Polda Kaltim, termasuk kapolres Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto melakukan silahturahmi di kediaman Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi Kaltim KH Hamri Has di Perum Privat Jalan Kulintang RT 5 Samarinda belum lama ini (24/8)
Kapolda Kaltim Brigjen Pol Drs. Priyo Widyanto, M.M., mengatakan kunjungan ke rumah ketua MUI untuk meningkatkan tali silaturrahmi Polri dengan MUI dan juga dalam rangka kordinasi menciptakan keamanan , ketenanagn dan ketertiban masyarakat menghadapi Pilkada Legeslatif dan Pilpres 2019 nanti.
“Tujuan Saya kesini ingin silaturahmi dengan bapak Ketua MUI, saya dengar beliau baru saja sakit, bahkan bulan September lalu 2 kali masuk rumah sakit, Alhamdulillah sekarang beliau sudah sehat dan semoga sehat dan semangat selalu ,”kata Kapolda Kaltim.
Kapolda berharap para ulama bisa mendinginkan suasana agar daerah kaltim tetap, aman dan kondusif. Dia meyakini bahwa Negara Indonesia akan semakin besar, semakin kuat, apabila ulama dan umarah beriringan. Oleh karena itu pihaknya mengajak para ulama ,utamanya Ketua MUI yang mempunyai jalur kordinasi dengan para ulama, tokoh agama untuk ikut berperan dalam menjaga suasana menjelang pemilihan legislative dan Pilpres yang tentu berakibat tingginya suhu politik dan ini bisa dimanfaatkan orang orang yang tak bertanggung jawab untuk mengeruhkan suasana.
“Saya mengajak para ulama ikut mendinginkan situasi, menyejukkan situasi, apalagi sekarang lagi genjar berita bohoang, hoak, fitnah dan muncunya faham fahan radikalisme, hal ini polri tentu tidak bisa bekerja sendiri perlu bantuan ulama, tokoh masyarakat,” ucap Kapolda.
Sementara itu Ketua MUI Prop kaltim KH Hamri Has mengatakan MUI sudah sepakat Anti berita Hoax, ujaran kebenjian berita fitnah dan adu domba.
MUI juga berupaya untuk menangkal hoax, salah satunya dengan mengeluarkan fatwa mengenai hoax. “Sebagai salah satu bentuk regulasi untuk menangkal hoax ini, maka MUI pusat sudah mengeluarkan fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 lalu
Sebagaimana kita sadari tahun politik, 2018 ini akan ada pilkada serentak. Lalu disusul 2019 pemilihan legislatif dan presiden. Tensi politik dipastikan akan menghangat dan kita semua tentu saja akan berupaya untuk mendinginkan dan menjaga perdamaian dan keamanan.
KH Hamri Has mengatakan, hoax dan ujaran kebencian melalui media sosial dipergunakan oleh pihak tertentu sebagai upaya untuk menyerang dan mendiskreditkan pihak tertentu demi kepentingan politik.
“Maraknya hoax dan ujaran kebencian yang banyak di media sosial diciptakan dan diviralkan oleh pihak tertentu untuk menyerang dan mendiskreditkan pihak lainnya,” lanjut nya.
Kemudian, Mantan Ketua Basda Kaltim ini menyatakan bahwa hoax dan ujaran kebencian sangat berbahaya bagi masyarakat dan terutama kepada masalah persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.
“Hoax dan ujaran kebencian, keduanya secara aktual berbahaya bagi kehidupan bernegara dan bermasyarakat, karena merusak persatuan dan kebhinekaan,” tegas KHHamri.(Ghib)