Kajian TA’ADDUD (BERBILANG) JUM’AT

      1. Sholat Jum’at wajib atas setiap muslim lelaki, merdeka, dewasa, berakal, sehat dan mustauthin dengan berjamaah dalam negeri/ benua. Sejak zaman Nabi dan Khulafaurrasyidin sholat jum’at dalam negeri/benua/dusun hanya disatu tempat jum’atan (tidak berbilang jum’at) guna lebih menampakkan syiar kesatuan ummat dan kesatuan kalimah islam, namun setelah zaman dan negeri/benua berkembang dengan banyaknya jumlah penduduk sehingga terasa sulitnya menyatukan jum’atan di satu tempat dan dipandang bermanfaat didirikann tempat jum’atan sesuai batasan ukuran hajat ummat, maka lahirlah fatwa ulama yang membolehkan ta’addud (berbilang) jum’at sesuai ukuran kebutuhan dan kesulitan menyatukannya.

        يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوۡمِ ٱلۡجُمُعَةِ فَٱسۡعَوۡاْ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلۡبَيۡعَۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ

        Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum’at maka bersegeralah kamun kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Jumu’ah Ayat 9).

Loading

Solverwp- WordPress Theme and Plugin

Sosial Media MUI Kaltim