Kajian SHALAT JAMA’ BAGI BUKAN MUSAFIR (MUQIM)

Shalat jama’ bagi yang hadir ditempat (muqim, bukan musafir) boleh dilakukan karena adanya kesulitan dan atau hajat kebutuhan. Juga jama’ boleh dilakukan bagi orang yang akan bepergian sedangkan waktu sholat telah tiba.

 

كان اذا كان فى سفر فزالت الشمس صلى الظهر والعصر جميعا ثم ارتحل

 

Artinya: Nabi SAW apabila akan musafir dan matahari sudah tergelincir, ia sholat zhuhur dan ashar dengan jama’ kemudian baru berangkat musafir. (H.S.R. Al Hakim dan Abu Nu’aim).

 

انه صلى الله عليه و سلم جميع بين الظهر و العصر و المغرب و العشاء بالمدينة من غير خوف ولا مطر، قيل لابن عباس ما اراد الى ذلك ؟ قال اراد ان لايحرج امته

 

Artinya: Sesungguhnya Nabi SAW menjama’ antara zhuhur dan ashar, antara maghrib dan isya di Medinah bukan karena takut dan hujan. Ditanyakan orang kepada Ibnu Abas, mengapa Rasul kerjakan demikian? Ibnu Abas mengatakan: Rasul menghendaki untuk tidak menyulitkan ummatnya. (H.S.R. Muslim dan Ashhabussunan dari Ibnu Abas).

 

Loading

Solverwp- WordPress Theme and Plugin

Sosial Media MUI Kaltim