Orang kafir dan orang musyrik, tidak boleh masuk masjid kecuali seizin orang Islam, walaupun kenajisan mereka ma’nawy bukan najis lahir. Mereka tidak pantas memakmurkan masjid-masjid Allah, tetapi sumbangan mereka untuk masjid, sah dipergunakan.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡمُشۡرِكُونَ نَجَسٞ فَلَا يَقۡرَبُواْ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ بَعۡدَ عَامِهِمۡ هَٰذَاۚ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati masjidil haram sesudah tahun ini (sesudah tahun 9 hijrah). (QS. At-Taubah ayat 28).
![]()