
SAMARINDA (muikaltim or id) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim , melalui Pengurus Ganas Anar MUI Provinsi Kaltim dan PKU (Pendidikan Kader Ulama) MUI kaltim mengikuti sosialisasi penguatan skrining awal dan deteksi dini risiko penyalahgunaan narkoba dari Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah. Kegiatan berlangsung Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, Samarinda, Senin (27/4/2026).
Wakil Ketua Umum MUI Kaltim KH Bukharie Noer sangat mendukung kegiatan ini, karena informasi informasi tentang peredaran narkoba yang disampaikan oleh BNN bisa menjadi bekal para pengurus Ganas Anar untuk mencegah peredaran narkoba yang ada di kaltim ,khususnya Samarinda.
Lanjut KH Bukharie ,Peredaran narkoba di Indonesia merupakan masalah serius yang mempengaruhi berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan remaja, dan memerlukan upaya pencegahan serta penegakan hukum yang lebih efektif.
Wakil Ketua Umum MUI Kaltim ini prihatin, Penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah mencapai tingkat darurat, dengan peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna, terutama di kalangan remaja. Penelitian menunjukkan bahwa remaja cenderung terlibat dalam penyalahgunaan narkoba karena rasa ingin tahu dan perilaku berisiko. Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba mencapai 3,6 juta orang per tahun, dengan banyak di antaranya adalah generasi muda
“Oleh karena itu MUI sangat mendukiung dan mengapresia kegiatan sosialisasi penguatan skrining awal dan deteksi dini risiko penyalahgunaan narkoba si kami juga mengajak kepada para pendidkk, ulama dan tokoh masyarakat dan para khatib, teruslah gaungkan betapa bahayanya narkoba. Jangan sampai keluarga kita terkena dampak dari para pengedar,” pinta dan ajakan Wakil Ketua Umum Mui kaltim, KH Bukharie Nooer
Sementara itu Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Bambang Styawan mengatakan, kehadiran pihaknya dalam kegiatan tersebut bertujuan membekali pengurus Ganas Annar dengan pemahaman terkait isu-isu terkini penyalahgunaan narkotika.
“Jadi, kegiatan hari ini sebenarnya adalah pelatihan pengurus Ganas Annar Kaltim. Kami diundang untuk memberikan pengetahuan terkait isu-isu terbaru masalah narkoba,” ujarnya.
Bambang mengungkapkan, saat ini muncul tren baru dalam penyalahgunaan zat berbahaya. Di antaranya penggunaan rokok elektronik atau vape yang dicampur zat terlarang, fenomena whipping, hingga peredaran narkotika jenis baru. “Kita tadi menyoroti masalah vape, kemudian whipping, dan juga narkotika jenis baru,” jelasnya

Untuk mengantisipasi perkembangan tersebut, BNN Tanah Merah memiliki tiga program utama dalam upaya pencegahan dini. Program tersebut meliputi Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (Ananda Bersinar), Skrining dan Asesmen Narkotika Terintegrasi di Sekolah (Sinari Sekolah), serta Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN).
Ia menjelaskan, ketiga program itu dirancang untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak usia dini melalui pendekatan edukatif, humanis, dan berbasis keluarga.
“Ketiganya saling terhubung, di mana kurikulum P4GN masuk dalam proses pembelajaran, Ananda Bersinar membentuk karakter siswa, dan Sinari Sekolah menjadi implementasi nyata skrining serta asesmen di satuan pendidikan,” terangnya.
Bambang berharap, pengurus Ganas Annar dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan bahaya narkoba, khususnya jenis-jenis baru yang mulai marak di masyarakat.
“Harapannya teman-teman dari Ganas Annar bisa menyuarakan bahaya narkoba jenis baru di masyarakat, termasuk yang secara tampilan terlihat legal seperti vape, tetapi mengandung zat terlarang seperti etomidate, serta penyalahgunaan whipping,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Ganas Annar MUI Kaltim Abnan Pancasilawati mengapresiasi sosialisasi yang diberikan Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah. Ia berharap ke depan terjalin kerja sama yang lebih intens dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. (M Roghib)
![]()