Dr.Hj.Aminah Dja,far,M.pd  Bagi Tips Membentuk Keluarga Sakinah

Dr.Hj.Aminah Dja,far,M.pd ketua Bidang Perempuan  Remaja dan keluarga MUI Kaltim/Foto Roghib

SAMARINDA (muikaltim,or id) Menciptakan keluarga yang bahagia sakinah mawaddah warahmah dan keluarga yang islamiadalah merupakan bagian dari salah satu tujuan pernikahan di dalam islam itu sendiri.

Tujuan manfaat pernikahan dalam Islam adalah merupakan bagian dari mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan panutan kita dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Karena dalam ajaran Islam dan Sunnah Nabi banyak terkandung hikmah dan manfaat yang banyak sekali. Untuk itulah mengetahui tips membentuk keluarga bahagia adalah perlu untuk diketahui dan dipahami oleh para keluarga dan pasangan suami istri.

Menurut Dr.Hj.Aminah Dja,far,M.pd ketua Bidang Perempuan  Remaja dan keluarga MUI Kaltim dalam suatu kegiatan Talkshow yang digelar Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga  di samarinda beberapa waktu lalu mengatakan, Konsep keluarga sakinah sudah ada di Alquran  surat ar-ruum ayat 21.

“dan diantara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenis dirimu sendiri supaya kamu merasa sakinah (tenang, tentram) dan dijadikan-Nya diantaramu mawaddah (cinta dan bergairah) dan rahmah (kasih sayang, santun-menyantuni). Sesungguhnya pada demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda agi kaum yang berpikir”

Menurutnya Rumah tangga yang sakinah itu adalah rumah tangga yang bagi penghuninya benar-benar merupakan tempat istirahat, melepas lelah, tempat bersantai dan bersenda gurau dengan suami, istri dan anak-anak. Yang diliputi rasa senang, tentram, bahagia, rukun dan damai sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. sebagaimana sabda beliau “rumahku adalah surgaku”.

Kemudian Mawaddah berarti hal-hal yang membangkitkan kemauan, menimbulkan kehendak untuk memadu kasih sayang, bercumbu rayu, akhirnya memadu hati dan jiwa (al-baqarah ayat 187)Artinya “perempuan-perempuan (istri-istri) ibarat pakaian bagimu dan kamu (para suami) ibarat pakaian bagi mereka (para istri)”

Dan rahmah berarti rasa saling menyantuni antara suami istri dijalin oleh kasih sayang yang bertolak dari ketertarikan pada aspek jasmani yang kemudian diperkuat oleh ikatan batin, tanggungjawab, dan belaian kasih.

Sejarah perjuangan hidup berumah tangga, suka duka, perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan dalam mendayung bahtera perkawinan semuanya membuat seseorang merasa terikat dengan kokoh

“ingatlah tatkala kapas akan menjadi benang” dalam membina dan membangun rumah tangga semakin dikenang semakin timbul rasa santun-menyantuni, rasa tidak mau berpisah kecuali maut yang memisahkan mereka.

Sementara itu untuk membentuk rumah tangga sakinah diperlukan 9 hal yang harus ditata 1 Tata hubungan seksual  seperti dalam surat ali-imran ayat 14, Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.

2 Tata anak  ,ada didalam alquran surat ali-imran ayat 38,) Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

3, Tata ekonomi rumah tangga, ada di surat  an-nisaa ayat 34, , Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya.

Maka perempuan-perempuan yang saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar.

4.Tata rias . Dalam Q.S Al-A’raaf, ayat 31 yang artinya ” Hai anak adam, pakailah pakaian mu yang indah setiap (memasuki mesjid). Makan dan minumlah tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

5, Kemudian Tata ruang  QS. An-Nahl Ayat 8

dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui..

(  6, Tata Pekarangan,   (hadis) . 7, Tata busana (surat al-a’raf ayat 26 dan beberapa hadis). 8,  Tata masakan (surat al-baqarah ayat 168, 172, al-a’raf 156),  9, Tata ibadah (surat an-nur ayat 36, surat ar-ra’du ayat 28 dan hadis) (Ghib)

 

 

 

Loading

Solverwp- WordPress Theme and Plugin

Sosial Media MUI Kaltim