Dakwah MUI RRI Pro 1, SETIAP ORANG BERHAK MENJADI LEBIH BAIK

RINGKASAN CERAMAH

 

SETIAP ORANG BERHAK MENJADI LEBIH BAIK

 

Oleh : Arif Rahmatullah, S.Pd., M.Pd

 

Pengurus Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat

Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Timur

 

Disiarkan oleh Pro 1 RRI Samarinda dalam program Mutiara Pagi

 

 

 

  1. Manusia dan Masa Lalu

 

Dalam menjalani kehidupan, tidak ada seorang pun di antara kita yang bisa terlepas dari perbuatan buruk. Setiap orang pasti memiliki masa lalu, dan setiap orang pasti berusaha untuk bangkit dan memperbaiki dirinya.

Islam memberikan harapan yang sangat besar, Pintu perbaikan dan kesempatan untuk menjadi baik selalu terbuka lebar, kepada siapapun dan kapanpun. Allah tidak pernah membeda-bedakan status sosial kaya, miskin, tua, muda, semuanya sama di sisi Allah SWT. Kita semua diberikan kesempatan yang sama untuk memperbaiki keadaan hidup dan menjadi seseorang yang lebih baik.

 

  1. Pintu Taubat Selalu Terbuka

 

Kesempatan ini ditegaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an surah Az-Zumar ayat ke-53:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ

إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (berdosa) terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Ayat ini sudah sangat jelas, menegaskan bahwa siapapun kita, kita selalu diberikan kesempatan yang sama untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Ini karena dalam diri manusia terdapat hawa nafsu. Apabila dikelola dengan baik akan menjadi kebaikan, namun bila tidak dikelola dengan baik akan menjadi keburukan. Kita tidak boleh lupa bahwa :

 

  1. Setiap anak Adam pasti melakukan kesalahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kullu bani Adam khaththa’ wa khairul khaththa’in at-tawwabun.” (Setiap anak Adam pasti banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang banyak melakukan kesalahan adalah mereka yang bertaubat.)
  2. Manusia yang terbaik adalah mereka yang menyadari kesalahannya dan segera berusaha memperbaikinya dengan bertaubat. Taubat berarti memohon ampunan kepada Allah dan berjanji untuk tidak mengulangi dosa yang sama.
  3. Setiap orang yang pernah memiliki masa lalu yang buruk, dia selalu punya kesempatan untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Bahkan, dalam sejarah, orang-orang yang dulunya buruk, seperti Umar bin Khattab dan Khalid bin Walid, ketika mendapat hidayah, mereka menjadi orang-orang yang luar biasa baik, bahkan melebihi orang yang merasa dirinya sudah baik.

 

  • Jangan Menghakimi Masa Lalu Orang Lain

 

Menyadari bahwa setiap manusia berpotensi melakukan dosa, kita tidak boleh mudah menghakimi masa lalu orang lain. Kita seringkali menjumpai orang-orang yang merendahkan mereka yang punya masa lalu buruk. Padahal, setiap orang baik pun selalu punya potensi untuk terjerumus ke dalam keburukan.

Yang harus kita lihat adalah usaha yang dilakukan oleh orang tersebut agar ia bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

 

Imam Al-Ghazali rahimahullahu ta’ala mengajarkan kita:

  • Ketika melihat seseorang yang lebih tua, jangan merasa lebih baik, karena mereka hidup lebih dulu dan lebih banyak melakukan kebaikan.
  • Ketika melihat seseorang yang lebih muda, jangan merasa lebih baik, karena dosanya tidak lebih banyak daripada kita yang lebih tua.
  • Ketika melihat seseorang yang berdosa, jangan menganggap diri kita jauh lebih baik. Bisa jadi mereka melakukannya dalam keadaan jahil (bodoh), sedangkan kita melakukan dosa padahal kita tahu itu adalah perbuatan dosa.

 

Jika Allah memberikan hidayah, orang yang berdosa tadi bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik daripada kita.

 

  1. Empat Cara Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

 

Setidaknya ada empat cara untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik:

  1. Sadarilah Keburukan dan Bertaubat. Kita harus sungguh-sungguh menyadari keburukan yang telah kita lakukan, lalu tinggalkan perbuatan itu, memohon ampunan kepada Allah, dan berjanji untuk tidak mengulanginya.
  2. Selalu Berusaha Melakukan Kebaikan (Amal Saleh). Lakukan amalan kebaikan sekecil apapun, kapanpun, dan di manapun. Kebaikan sekecil apapun pasti akan dibalas oleh Allah dengan kebaikan.
  3. Berkumpul dengan Orang-orang Baik. Lingkungan sangat luar biasa pengaruhnya. Tinggalkan lingkungan yang penuh keburukan dan berkumpullah bersama orang-orang yang banyak melakukan kebaikan, seperti hadir di majelis-majelis ilmu, agar kita “tertular” kebaikan mereka.
  4. Selalu Berusaha dan Belajar Memperbaiki Diri. Tidak ada kata terlambat untuk belajar agama dan kebaikan, bahkan dalam usia berapa pun. Batasan waktu untuk berubah hanya kematian. Selama nyawa masih di dalam tubuh, selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik. Firman Allah dalam surah Ar-Ra’d ayat ke-11:

 

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

 

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

 

 

 

Loading

Solverwp- WordPress Theme and Plugin

Sosial Media MUI Kaltim