PANCASILA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN
(Mengenang Hari Proklamasi Kemerdekaan RI)
Oleh : H. Muhammad Alwan Nasiran, S.Pd.I
Pengurus Komisi Dakwah & Pengembangan Masyarakat
Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Timur
Disiarkan oleh Pro 1 RRI Samarinda dalam program Mutiara Pagi
- Rasa Syukur Kemerdekaan
- Kemerdekaan adalah anugerah terbesar bagi bangsa Indonesia, membebaskan rakyat dari belenggu penjajah.
- Mengingat dan memperingati peristiwa bersejarah, seperti Hari Kemerdekaan RI, adalah hal yang penting dan menjadi media rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
- Al-Qur’an mengajarkan untuk selalu mengingat keagungan Allah SWT dan bersyukur atas nikmat-Nya. Hal ini ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 152 : “Maka ingatlah kepadaku, aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepadaku dan jangan kamu ingkar kepadaku”.
- Pancasila dan Ajaran Islam
- Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia dan ideologi yang mengikat seluruh rakyat.
- Pancasila bukan agama, tetapi substansinya mengandung dan sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam.
- Pancasila dapat dinyatakan islamikarena substansi setiap silanya selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam.
- Meskipun mayoritas pendiri bangsa beragama Islam, mereka rela Islam tidak dijadikan dasar negara demi keutuhan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, Pancasila dapat disebut sebagai hadiah terbesar dari umat Islam untuk bangsa Indonesia.
- Kesesuaian Setiap Sila dengan Al-Qur’an
| SILA PANCASILA | KESELARASAN DENGAN AJARAN ISLAM | AYAT AL-QUR’AN YANG RELEVAN |
| 1. Ketuhanan Yang Maha Esa | Selaras dengan ajaran Tauhid (monoteisme), menekankan hanya ada satu Tuhan (Allah SWT) yang patut disembah. Konsep ini juga menuntut penghormatan atas kebebasan beragama. | Surah Al-Ikhlas ayat 1: “Qul huallahu ahad (Katakanlah dia Allah yang maha esa)”. Surah Al-Baqarah ayat 256: “La ikraha fiddin (Tidak ada paksaan dalam menganut agama…)”. |
| 2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab | Islam secara tegas memerintahkan umatnya untuk bersikap adil dalam segala hal (baik hubungan sesama manusia maupun dalam pemerintahan) dan menekankan pentingnya akhlak yang beradab. | Surah An-Nahl ayat 90: “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia juga melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan…”. Surah Al-Isra ayat 23: “…dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapak”. |
| 3. Persatuan Indonesia | Cerminan dari semangat ukhuwah (persaudaraan) dan persatuan dalam Islam. Al-Qur’an mengajarkan bahwa keberagaman bangsa dan suku adalah tanda kebesaran Allah yang harus dijaga untuk saling mengenal (li ta’arofu). | Surah Al-Hujurat ayat 10: “Innamal mukminuna ikhwatun (Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara)”. Surah Al-Hujurat ayat 13: “…dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal”. |
| 4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan | Sejalan dengan ajaran Islam yang sangat menghargai musyawarah (syura) dalam pengambilan keputusan untuk mencapai kesepakatan bersama yang lebih adil dan bijaksana. | Surah Asy-Syura ayat 38: “…sedang urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka…”. |
| 5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia | Sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan keadilan sosial, di mana setiap individu memiliki hak yang sama untuk perlakuan adil dan akses terhadap kesejahteraan. Keadilan sosial juga mencakup distribusi kekayaan yang adil melalui zakat, sedekah, dan amal lainnya. | Surah An-Nisa ayat 58: “…dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil”. |
- Tantangan Implementasi dan Solusi
- Masalahnya, Pancasila belum banyak diimplementasikandalam kenyataan hidup berbangsa dan bernegara.
- Penyimpangan terlihat dari maraknya korupsi, kekerasan, skandal moral, friksi dalam masyarakat, dan eksploitasi alam. Sebagian elit menunjukkan perilaku mengedepankan kepentingan diri dan golongan.
- Pancasila harus ditransformasikan ke dalam seluruh sistem kehidupan nasional.
- Pancasila harus diberi pemaknaan nilai dan aktualisasi secara terbuka dan dinamisagar menjadi rujukan dan panduan yang mencerahkan.
- Tanggapan atas Pertanyaan Pendengar :
- Diskriminasi Hukum (Pak Ahmad Irwan) :
- Kenyataan Diskriminasi :Hukum di Indonesia masih bersifat diskriminasi, sering disebut tumpul ke atas, tajam ke bawah.
- Akibat :Rakyat miskin sangat menjadi objek kesalahan dalam menerapkan keadilan, dan ada kekhawatiran masyarakat tidak percaya lagi dengan pemerintah jika oknum terlalu banyak menyimpang dari pengamalan Pancasila.
- Solusi:Kepada pelaku pemerintahan (yang sering disebut oknum), diharap jangan mengulangi sikap diskriminasi. Jangan diberi kesempatan orang-orang melakukan ketidakjujuran, karena teriakan perut yang lapar lebih kencang daripada teriakan mulut orang yang kenyang.
- Pendidikan Moral Pancasila (Pak Daud) :
- Pentingnya Pendidikan :Bidang studi yang berkaitan dengan Pancasila perlu ada penekanan di sekolah-sekolah agar para siswa tidak buta dengan ideologi bangsa sendiri.
- Prioritas Utama :Namun, sebetulnya bukan hanya penataran atau pendidikan formal yang penting, tetapi kesadaran yang dicontohkan dari atas dulu (para pemegang kekuasaan) sampai ke bawah.
- Saran Utama Pemerintah :Lebih baik dahulukan dulu memberantas para koruptor yang telah mengambil uang negara/rakyat, dan suruh kembalikan uang yang dikorupsi. Kepercayaan masyarakat akan luar biasa baiknya jika ini direalisasikan.
- Hukuman Berat Koruptor (Pak Ali):
- Sanksi Koruptor:Dibandingkan orang yang mencuri barang ecek-ecek karena lapar dihukum lebih lama, koruptor yang mengambil miliaran rupiah kadang-kadang sanksi penjaranya tidak lama.
- Tindakan Tegas:Diperlukan hukum mati bagi koruptor (dengan sosialisasi dan waktu pemberlakuan) atau dipenjara selamanya, atau dimiskinkan, agar mereka jera dan tidak diikuti yang lainnya.
- Manusia Beradab dan Akhlak (Hamba Allah):
- Esensi Akhlak:Rasulullah SAW diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak (innama bu’itstu li utammima makarimal akhlaq).
- Penyebab Kurangnya Adab:Kita sering mengajar lebih banyak pada pendekatan hukum, bukan pada pendekatan dakwah yang menyejukkan dan merangkul.
- Solusi:Para mubalig/dai harus memberikan tausiah, pendekatan-pendekatan yang bersifat humanis, kemanusiaan, yang sangat menjunjung tinggi adab dan tata krama, bukan hanya sekedar pendekatan hukum hitam putih.
- Kesimpulan
- Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan aneka keragaman (etnis, suku, bahasa, agama).
- Kesimpulannya adalah kita harus menjaga kemajemukanini demi keutuhan bangsa dengan memberikan contoh teladan yang baik dalam mengamalkan Pancasila, karena Pancasila adalah implementasi dari isi kandungan Al-Qur’an.
![]()