RINGKASAN CERAMAH
MENJAGA KUALITAS IBADAH DAN AMAL SOLEH SEPANJANG WAKTU
Oleh : H. Muhammad Alwan, S.Pd.I
Pengurus Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat
Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Timur
Disiarkan oleh Pro 1 RRI Samarinda dalam program Mutiara Pagi
- Pilar Utama Menjaga Kualitas Ibadah
Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas ibadah serta amal saleh, ada beberapa pilar yang harus diperhatikan:
- Niat (Pondasi Amal)
- Niat adalah ibadah hati, lebih dari sekadar ucapan, yang merupakan kesadaran hati akan arah, tujuan, dan jenis perbuatan.
- Niat adalah unsur penentu sah dan tidaknya suatu amal.
- Rasulullah SAW bersabda, Innamal a’malu binniah (Sesungguhnya diterima atau tidaknya amal seseorang itu tergantung pada niat).
- Amalan yang bersifat duniawi, seperti bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga, bisa bernilai ibadah di sisi Allah jika didasari niat yang positif.
- Sebaliknya, ibadah rutin seperti salat berjemaah yang dilakukan sekadar untuk menghindari cemoohan orang, tidak akan diterima sebagai ibadah oleh Allah karena niatnya bersifat keduniaan.
- Keikhlasan (Pilar yang Menjiwai Perbuatan)
- Ikhlas berarti memurnikan satu ibadah.
- Ikhlas adalah penentu diterima atau tidaknya amal.
- Amal saleh tanpa didasari keikhlasan bagaikan debu yang berterbangan, tidak bernilai di sisi Allah.
- Allah berfirman, “Tidaklah diperintahkan kamu sekalian kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan (mukhlisina) di dalam melakukan beragama…” (QS Al-Bayyinah: 5).
- Ikhlas membersihkan perbuatan dari pandangan makhluk.
- Kebenaran Ibadah (Sesuai Tuntunan)
- Ibadah haruslah benar dan sesuai dengan tuntunan (syariat).
- Rasulullah SAW bersabda Barang siapa yang beramal ibadah yang tidak termasuk urusanku tidak ada perintah dari Rasulullah SAW maka amalan itu tertolak.
- Ibadah bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, ketaatan, merasa diri hina, dan ketundukan.
- Kita harus menghindari mengejar kuantitas dengan meremehkan kualitas, seperti tergesa-gesa dalam bacaan salat hingga merubah arti, atau berzikir tanpa penghayatan.
- Memahami Makna (Mencapai Kekhusyukan)
- Ibadah harus dipahami maksud dan tujuannya agar kita dapat meresapi apa yang kita baca dan lakukan.
- Allah akan memahamkan seseorang dalam beragama jika dikehendaki menjadi baik.
- Memahami makna ibadah, seperti meresapi kata Allahu Akbar (Allah Maha Besar) dalam salat, akan menjauhkan kita dari sifat sombong (kibir).
- Konsisten (Mudawwamah)
- Ibadah harus dilakukan secara konsisten dan rutin.
- Rasulullah SAW bersabda, perkara yang baik itu adalah kontinuitas dari amalan itu meskipun sedikit.
- Ibadah yang sedikit namun kontinu lebih baik daripada ibadah yang banyak namun terputus-putus.
- Istiqamah (Ketekunan Hati)
- Istiqamah adalah ketekunan hati, keteguhan pendirian, dan konsisten dalam meluruskan tujuan ibadah.
- Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami Allah kemudian beristikamah, maka dia tidak ada rasa takut dan tidak ada rasa sedih.” (QS Al-Ahqab: 13).
- Stabilitas keimanan adalah kunci, karena iman itu bisa bertambah dan berkurang.
- Kesimpulan
Beramal dengan tujuan mencari rida Allah SWT.
- Melaksanakan ibadah harus benar sesuai tuntunan syariat. Dalam ibadah mahdhoh (ritual), prinsipnya tidak boleh dilakukan kecuali yang diperintah. Dalam ibadah ghairu mahdhoh (keduniaan), semuanya boleh kecuali yang dilarang.
- Berusaha memahami makna ibadah agar lebih khusyuk dan dekat kepada Allah.
- Menjaga kontinuitas ibadah dalam situasi dan kondisi apapun.
- Berusaha menjaga istikamah dan stabilitas keimanan.
![]()