Dasyatnya Shalat Dhuha; Sedekah di Pagi Hari

Shalat sunat yang dilakukan di pagi hari ini seakan menemani sang surya terbit dengan lantunan dzikir, tasbih dan doa

Shalat Dhuha, Begitu Utama

Allah Swt. Menjadikan waktu pagi, siang, petang dan malam hari bukan nihil makna. Dibalik penciptaan pagi dan malam hari ternyata  terdapat hikmah yang tak terhingga.

Diantara percikan hikmah yang terkandung ialah bahwasanya tidaklah waktu itu datang silih berganti kecuali sebagai lahan untuk mengagungkan asma-Nya. Lewat dzikir, doa, ataupun ibadah shalat.

Allah Swt. perintahkan hamba-Nya untuk bertasbih di pagi dan petang hari. Manusia, jin dan tak terkecuali malaikat. Bahkan segala apa yang ada di semesta ini turut mengagungkan dan mensucikan asma-Nya. Meski kita tidak melihatnya.

“Langit yang tujuh, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.” QS. Al-israa’ (17) : 44

Shalat Dhuha salah satu. Shalat sunat yang dilakukan di pagi hari ini seakan  menemani sang surya terbit dengan lantunan dzikir, tasbih dan doa.

Sehingga tak heran jika imbalan yang di janjikan pun sangatlah seimbang. Diantara keutamaan sunat dhuha ialah sebagai berikut:

  • Sedekah yang utama

Diriwayatkan dari Abu Dzar ra. Ia berkata, Rasulullah Saw. Bersabda, “Bagi masing-masing ruas dari anggota tubuh salah seorang diantara kalian harus dikeluarkan sedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedelah sedekah, menyuruh untuk berbuat baik pun sedekah dan mencegah kemungkaran juga sedakah. Dan semua itu bisa disetarakan ganjarannya dengan dengan dua rakaat shalat Dhuha” (HR.Muslim)

  • Dijaga dari kelengahan, gapai istana surga

Diriwatkan dari Abu Darda’ ra. Rasullullah Saw. Bersabda.”Barangsiapa mengerjakan shalat dhuha dua raka’at maka dia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lengah. Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas raka’at maka Allah akan membangun baginya sebuah rumah di surga.” (HR. al Haitsami)

  • Diampuni dosa kecil, meski sebanyak buih di lautan

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata,”Rasulullah Saw. Bersabda,”Siapapun melakukan shalat dhuha dengan langeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun doa itu sebanyak buih di lautan.” (H.R Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kapan Dhuha dilaksanakan?

Walau shalat dhuha dimulai sejak terbit matahari sampai waktu terbit matahari  sampai waktu zawal (condong). Sebagai patokan misalnya saja dari jam 7.00 pagi sampek jam 11.30

Di samping itu ada pula waktu yang terbaik untuk mengerjakan shalat dhuha yaitu pada matahari mulai terik. Taruhlah waktu berkisar antara jam 9.00 sampai 11.00

Sebagaimana yang dijelaskan dari hadits berikut. Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam ra. ia berkata, “Rasulullah Saw. Bersadba, bersabda,”Shalat awwaaabiin (orang-orang yang kembali kepada Allah) adalah ketika anak-anak unta sudah merasa kepanasan.”(HR.Muslim)

Hukum Dhuha

Para ulama berbeda pendapat. Ibnu Qayyim menyebutkan, setidaknya ada enam pendapat perihal hukum shalat dhuha. Secara garis besarnya, yaiyu sebagai berikut:

  1. Sunat
  2. Boleh jika ada sebab
  3. Tidak dianjurkan sama sekali
  4. Dianjurkan melakukan dan meninggalkannya, tidak perlu dikerjakan terus menerus. Sebagaimana yang terdapat dalam riwayat Ahmad
  5. Sangat dianjurkan dan perlu dilakukan terus menerus
  6. Shalat dhuha bid’ah

Dari ke enam pendapat ini yang paling kuat ialah pendapat mayoritas ulama madzhab. Maliki, Syafi’I dan Hanbali. Menurut pendapat ini hukum melakukan dhuha ialah sunatmuakkad. Dalil yang dipergunakan ialah sebagai berikut:

  • Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata,”Kekasihku berwasiat kepadaku tiga hal yang tidak akan aku tingglkan sampai aku meninggal yaitu (pusa tig hari tiap bulannya,shalat dhuha, dan shalat witir sbelum tidur.”(HR. Bukhari)
  • Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata ,”Rasulullah Saw. Shalat dhuha empat raka’at dan tambah jika beliau inginkan.”(HR. Muslim)

Hanya saja yang perlu di perhatikan disini, meski dhuha termasuk sunat yang dianjurkan, kita juga tidak masalah meninggalkannya. Kapanpun kita aggak sempat melakukannya maka tidak jadi mengapa.

Bahkan menurut imam nawawi, berdasarkan beberapa riwayat yang lain.Rasulullah Saw.Terkadang sengaja tidak melaksanakan shalat dhuha. Mengapa demikian?

Ternyata alasanya sama dengan tatkala beliau urung melakukan sejumlah amalan sunat yang lain dengan ritin, shalat tarawih berjama’ah, misalnya.

Yaitu agar umatnya kelak tidak salah paham gara-gara sering melihat Rasulullah Saw. Melakukan amalan sunat tersebut lantas dianggap wajib.

Beliau tidak ingin memberaratkan umatnya dengan amalan sunat dan melupakan perintah yang justru sudah menjadi kewajiban.

Dhuha Berjamah, Bolehkah?

Pada dasarnya, melakukan shalat sunat secara berjamaah tidak dianjurkan kecuali yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw. Misalnya saja, shalat’id, sunat gerhana, ataupun sunat minta hujan (istisqa’)

Lantas bagaimana dengan dhuha berjamaah? Dalam pandangan imam nawawi, selama shalat sunat tersebut belum pernah dilakukan Rasulullah Saw. Secara berjamah maka hal itu tidak dianjurkan.

Meski demikian seandainya inin dikerjakan secara berjamaah maka boleh-boleh saja dan tidak dihikumi makruh. Hanya saja, yang perlu diperhatikan hendaknya dilakukan ض     Masih menurut imam nawawi, pendapat ini sebagaimana yang terdapat juga dalam madzhab Syafi’i.

Dalilnya pun cukup kuat dan beralasan. Diantaranya seperti yang diriwayatkan dari Atban in Malik ra, Rasulullah Saw pernah shalat sunat di waktu siang bersama Abu Bakar dan sahabat lainnya secara berjamaah. (HR. Bukhari Muslim)

Tata Cara Shalat Dhuha

Tata cara sunat dhuha tidak jauh berbeda dengan sholat sunat yang lain pada umumnya. Untuk lebih jelasnya di bawah ini akan kita coba uraikan bersama:

  1. Tentukan rakaat

Tentukan dahulu jumlah rakaat yang hendak Anda kerjakan. Berapakah kira-kira. Batas minimal ialah dua rakaat. Kemudian bisa juga empat, enam, delapan atau duabelas rakaat. Kesemuanya terdapat landasan haditsnya.

  1. Niat

Sunat dhuha dilakukan dua rakaat. Untuk niatnya ialah sebagai berikut:

أصڸي ښڹۃ ۱ﻟضحۍ ڕڴعٺيڹ ﻟﻟه ٺع ﻟۍ

Ushooli sunnatadhuha rok’ataini lillahi ta’ala

Saya niat dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala 

  1. Bacaan tidak terlalu keras

Seandainya Anda melakukan shalat dhuha berjamaah sekalipun tidak perlu mengencangkan bacaan. Cukup dibaca pelan saja layaknya shalat siang hari, dhuhur dan ashar.

  1. Yang singkat-singkat saja

Tidak perlu membaca surah yang panjang-panjang. Rasulullah Saw. tidak terlalu ngoyo ketika shalat dhuha. Yang penting ruku’ dan sujudnya ajeg. (HR. Bukhari dari Ummu Hani’ ra)

  1. Lebih baiknya pilih surah yang berkaitan

Misalnya saja surah ad-Dhuha atau asy-Syam. “Rasulullah Saw. menyerukan kita untuk shalat dhuha dan membaca surah as-Syams dan ad-Dhuha.” ( HR.Hakim). semoga bermanfaat. Wallohua’lam bisshowab

 

Loading

Solverwp- WordPress Theme and Plugin

Sosial Media MUI Kaltim